(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak di atas $ 70 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun pada hari Senin (08/03).
Lonjakan harga minyak terjadi setelah Arab Saudi mengatakan fasilitas minyaknya menjadi sasaran rudal dan drone pada hari Minggu. Seorang juru bicara militer Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Harga minyak naik lebih dari 2% di awal sesi, tetapi sejak itu memangkas kenaikan mereka dengan harga minyak mentah berjangka Brent hanya naik 0,2% menjadi $ 69,50 dan harga minyak mentah berjangka AS naik 0,14% menjadi $ 66,18.
Kementerian energi Arab Saudi mengatakan sebuah fasilitas tangki minyak di salah satu pelabuhan pengiriman minyak terbesar di dunia diserang oleh pesawat tak berawak dan rudal balistik menargetkan fasilitas Saudi Aramco, menurut kantor berita negara SPA.
Tindakan sabotase semacam itu tidak hanya menargetkan Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga keamanan dan stabilitas pasokan energi ke dunia.
Seorang juru bicara mengatakan tidak ada serangan yang menyebabkan cedera atau kehilangan nyawa atau harta benda, tetapi pecahan peluru dari rudal yang dicegat jatuh di dekat daerah pemukiman di kota Dhahran, SPA melaporkan.
Yahya Sare’e, juru bicara Houthi Yaman, mengatakan pihaknya melakukan “operasi ofensif bersama yang luas” yang melibatkan 14 drone dan delapan rudal balistik.
Dia mengatakan di Twitter bahwa situs militer lain juga menjadi sasaran empat drone dan tujuh rudal balistik, menambahkan bahwa “serangan itu tepat.”
Sebuah koalisi yang dipimpin Arab Saudi ikut campur dalam perang saudara Yaman pada 2015 dan terus berperang melawan Houthi dalam apa yang dipandang sebagai perang proksi dengan Iran.
Houthi dilaporkan telah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak bergerak naik pasca ketegangan di Timur Tengah dimana terjadi penyerangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Harga minyak mentah AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 66,73-$ 67,20. Namun jika turun, harga akan bergerak dalam kisaran Support $ 66,06-$ 65,89.
Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



