(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (22/4/2021) masih bergerak negatif untuk 3 sesi berturut dan mendekati support kuatnya di tengah turunnya yield obligasi AS. Poundsterling melemah terhadap dolar AS oleh ekspektasi kekuatan data ekonomi AS berlanjut.
Dari laporan ekonomi sebelumnya tingkat inflasi tahunan di Inggris naik menjadi 0,7% pada Maret dari 0,4% pada Februari dan di bawah ekspektasi pasar 0,8%. Peningkatan terbesar berasal dari kenaikan biaya bahan bakar motor yang sebagian diimbangi oleh penurunan harga makanan dan minuman non alkohol.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya dollar bergerak lemah di pasar uang Eropa setelah balik melemah; mendekati 7 minggu terendahnya oleh menurunnya yields US Treasury dan pasar menantikan rilis dari Eropa (ECB) dan klaim pengangguran AS.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.3890 yang sedang turun menuju posisi support lemahnya di 1.3875 – 1.3830. Namun jika pair bergerak sebaliknya, pair mendaki ke posisi 1.3948 dan jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di 1.3950 – 1.3990.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



