(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Tocom yang diperdagangkan di bursa Osaka-Jepang rebound kuat pada hari Selasa (27/4/2021), sementara itu tekanan jual di bursa SHFE dan Sicom terus berlanjut. Harga karet Tocom melompat ke posisi tertinggi 3 pekan sedangkan karet SHFE dan Sicom turun ke posisi terendah sepekan.
Kenaikan harga karet Tocom ditopang oleh posisi pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS dan juga pergerakan kuat harga minyak mentah di bursa berjangka global. Selain itu laporan Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) terkait proyeksi peningkatan demand karet global menambah kekuatan harga di bursa Osaka-Jepang.
Pekan lalu Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) melaporkan bahwa konsumsi karet alam global pada periode bulan Maret kemungkinan akan meningkat 7,4% secara tahunan menjadi 1,23 juta tn. Kemudian impor karet Cina dalam 3 bulan pertama tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu periode yang sama.
Dalam tiga bulan pertama tahun 2021, China mengimpor 1,79 juta ton karet senilai $ 3,05 miliar, naik 8% dalam volume dan 22,8% nilainya dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020. Menurut statistik Bea Cukai China, impor karet alam dan sintetis China pada Maret 2021 mencapai 711 ribu ton senilai 1,25 miliar USD, naik 17,9% dalam volume dan 40% dalam volume.% Nilainya dibandingkan Maret 2020.

Harga penutupan karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Agustus 2021 pada penutupan sore hari ini naik 1,9 yen atau 0,80% ke posisi 238.8 yen per kg, setelah dibuka pada posisi 236.2 yen.
Untuk harga karet di bursa Shanghai (SHFE) untuk kontrak bulan September 2021 ditutup menurun 170 poin atau 1,4% ke posisi 13810 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Juli 2021 turun US$0,6 atau 0,36% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 165,5, terendah sejak 20 April.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center



