(Vibiznews – Commodity) –Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Senin kembali turun, karena perkiraan permintaan India turun, karena lonjakan dari penderita covid-19 membuat lockdown di negara tersebut dan pelabuhan ditutup.
Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Senin di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 40 ringgit atau 1.019% menjadi 3,887 ringgit ($948.049) per ton.
Penurunan harga minyak sawit terhenti karena naiknya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade sebesar 0.85%. Harga kedelai pada hari Jumat sempat naik tinggi di pasar fisik karena turunnya persediaan kedelai global.
Impor minyak sawit Pakistan meningkat 34.83 % pada kuartal pertama tahun fiskal ini dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
Impor minyak sawit dari Juli – Maret (2020-21)sebesar $1860.935 juta dibanding $1380.245 juta dari Juli – Maret (2019 -20), kenaikan 34.86% menurut data Pakistan Beaureau of Statistics (PBS).
Jumlah impor Pakistan sebesar 2,433,293 MT minyak sawit dibanding periode sebelumnya impor 2,277,022 MT tahun lalu naik 7.3%.
Impor minyak kedelai Pakistan naik 6.72% dari $45.286 juta tahun lalu menjadi $48.327 selama tahun ini. Jumlah minyak kedelai yang diimpor dari 65,943 MT menjadi 72,776 MT naik 10.36%.
Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 1.2% dan harga minyak sawit turun 2.18%.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,850 ringgit dan berikut ke 3,810 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,280 ringgit dan berikut ke 4,340 ringgit
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



