(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Cina di bursa SHFE kembali anjlok ke posisi terendah 7 bulan pada perdagangan hari Rabu (19/5/2021). Penurunan harga juga terjadi di bursa Sicom dengan turun ke posisi terendah 1 bulan, sedangkan karet Tocom turun ke posisi terendah sepekan.
Anjloknya harga karet mendapat sentimen negatif dari pergerakan harga minyak mentah berjangka yang melemah untuk hari 2 berturut setelah sebelumnya turun dari posisi tertinggi 10 pekan. Turunnya harga minyak mentah sebagai bahan pembuat karet sintetis merespon laporan media bahwa AS dan Iran telah membuat kemajuan dalam menghidupkan kembali kesepakatan yang membatasi pengembangan senjata nuklir negara OPEC.
Kekuatan harga sesi sebelumnya menerima sentimen dari prospek kenaikan demand global seperti negara Cina sebagai negara konsumen karet terbesar. Hal tersebut ditunjukkan dari laporan peningkatan ekspor karet Vietnam di periode kuartal pertama tahun ini. Departemen Umum Kepabeanan Vietnam melaporkan pada kuartal pertama 2021, ekspor karet mencapai 406,47 ribu ton, senilai $674,67 juta, naik 77,4% dalam hal volume ekspor, dan naik 102,4% nilainya selama ini.

Harga penutupan karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Agustus 2021 pada penutupan sore hari ini melemah 2,4 atau 0,97% ke posisi 243,5 yen per kg, setelah dibuka pada posisi 247.7 yen.
Untuk harga karet di bursa Shanghai (SHFE) untuk kontrak bulan September 2021 ditutup melemah 60 poin atau 0,04% ke posisi 13290 yuan, terendah sejak 10 Oktober 2020. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Juli 2021 turun US$2,4 atau 1,45% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 163,5.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center



