(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung pada penutupan pasar hari Rabu kembali naik dari harga terendah satu bulan pada hari Selasa, kenaikan terjadi karena pembelian tehnikal di harga rendah.
Harga jagung Juli di CBOT naik 4.25 sen (0.69%) menjadi $6.2450 per bushel.
Sementara menantikan laporan ekspor mingguan USDA hari Kamis dengan perkiraan dari persediaan lama 100k – 400k MT, dari persediaan baru antara 5.9 MMT sampai 7 MMT, dengan laporan harian pembelian Cina pada minggu lalu sebesar 5.6 MMT.
Laporan EIA produksi etanol sebesar 1.011 juta barel per hari sampai 21 Mei, turun 21,000 barel per hari dari minggu lalu, sehingga persediaan turun 453k barel dari minggu lalu. Persediaan etanol sebesar 18.98 juta barel, jumlah terendah sejak Desember 2016.
Pada penutupan pasar hari Selasa turun tajam 5.63% setelah laporan dari USDA bahwa penanaman jagung telah selesai 90% lebih cepat 10% dari rata-rata lima tahun.
Ekspor Ukraina di tahun marketing ini sebesar 20.4 MMT masih lebih kecil dari perkiraan Ukraina 24 MMT, sedangkan perkiraan USDA sebesar 23 MMT
Hasil panen Afrika Selatan di 2020/21 diperkirakan sebesar 16,413 MMT atau naik 7% dari tahun lalu. Sementara perkiraan WASDE produksi Afrika Selatan sebesar 17 MMT naik 7.3% dari perkiraan sebelumnya. Perkiraan USDA untuk produksi Afrika Selatan 2021/22 juga sama 17 MMT.
Di daerah pertanian jagung di Safrinha Brazil cuaca kering dan panas yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama, sehingga akan mengganggu pertumbuhan dari tanaman jagung karena kekurangan hujan. Namun di daerah Selatan Safrinha diperkirakan masih akan turun hujan walaupun sedikit pada akhir minggu.
Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.98 dan berikut ke $5.82 sedangkan resistant pertama di $6.33 dan berikut ke $6.37.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



