(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada hari Senin turun ke harga terendah 4 bulan, harga minyak sawit turun selama 6 hari berturut-turut karena mengikuti turunnya harga minyak kedelai dan turunnya ekspor Indonesia.
Harga minyak sawit pada minggu lalu mengalami penurunan seminggu penuh sehingga harganya turun 11.3% dan pada awal minggu ini harga minyak sawit melanjutkan penurunan 7.8%, dan kembali ke harga terendah 4 bulan, penurunan yang besar di awal minggu.
Harga minyak sawit Agustus pada hari Senin di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 285 ringgit atau 7.8% menjadi 3,378 ringgit ($821.30) per ton harga terendah sejak 5 Februari.
Harga minyak sawit pada seminggu lalu turun untuk pertama kalinya dari 3 minggu berturut-turut, harga seminggu turun 11.3% karena kekhawatiran ekspor turun di bulan Juni dan perkiraan persediaan dan produksi akan meningkat.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 3.4% harga terendah selama 4 bulan, setelah pemerintah AS mendapat tekanan dari serikat buruh untuk membuka kembali kilang minyak di AS, sehingga mengganggu pengunaan dari biodiesel
Ekspor Indonesia turun 18% di bulan April dari bulan sebelumnya karena permintaan minyak nabati global berkurang.
Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 – 10 Juni turun 14.3% menjadi 402,520 ton dari bulan Mei pada periode yang sama menurut Surveyor Amspec Agri sedangkan menurut surveyor lainnya ekspor minyak sawit Malaysia 1 – 10 Juni turun 9.7 % menjadi 411,044 MT menurut Cargo Surveyor SGS (Malaysia) Bhd pada hari Kamis.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support 3,590 ringgit, kemudian ke harga 3,530 ringgit, sedangkan resistant sebesar 3,790 ringgit kemudian ke 3,810 ringgit .
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



