(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Rabu kembali turun karena mengikuti penurunan harga minyak kedelai turun di Chicago Board of Trade akibat cuaca yang membaik di ladang kedelai AS di Midwest.
Harga kedelai September pada penutupan pasar hari Rabu turun 4.1% menjadi 3,398 ringgit per ton.
Harga minyak sawit turun karena melemahnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan di Dalian Commodity Exchange.
Harga minyak kedelai di CBOT turun 2.4%. Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 1.9% sementara harga minyak sawit turun 1.6%.
Import India berkurang karena India masih mempertahankan pajak impor berdasarkan harga dasar yang tinggi.
India tetap mempertahankan harga dasar import minyak sawit dan minyak kedelai, sekalipun terjadi penurunan yang besar dari harga minyak nabati.
Harga dasar impor ini diperbarui setiap 4 hari dan harga ini dipakai untuk memperhitungkan pajak impor yang harus dibayar. Harga dasar impor ini di dalam $ per ton.
India sebagai importir minyak nabati terbesar dunia, mengeluarkan rata-rata $8.5 – $10 milyar per tahun untuk mengimpor minyak nabati, sehingga dengan kenaikan harga dari minyak nabati yang tinggi membuat pengeluaran India untuk minyak nabati lebih banyak lagi. Impor minyak nabati India adalah nomor tiga terbesar dari impor India, setelah minyak mentah dan emas. Peningkatan impor minyak nabati menjadi 15 juta ton dari 4 juta ton pada 20 tahun yang lalu.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,300 ringgit kemudian ke 3,270 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,620 ringgit, 3,700 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



