Harga Minyak Sawit Turun Karena Ekspor Menurun

591

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit kembali turun setelah pada perdagangan siang harga sempat meningkat, karena India menurunkan pajak impor, tetapi melemahnya ringgit membuat harga minyak sawit turun pada penutupan pasar dan juga turunnya harga minyak kedelai dan turunnya perkiraan  ekspor.

Harga minyak sawit September pada penutupan pasar hari Kamis di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 34 ringgit atau 1% menjadi 3,370 ringgit ($814.40) per ton setelah India merencanakan menurunkan pajak impor.

Harga minyak sawit sempat naik ke harga tertinggi pada hari Kamis di 3,452 ringgit setelah India menurunkan harga dasar minyak sawit sebesar $1,136 per ton turun dari $1,222 per ton. India menggunakan harga dasar impor untuk menghitung pajak impor yang dibebankan kepada importir.

India mempertimbangkan penurunan pajak import karena India sebagai importir minyak nabati terbesar dunia, mengeluarkan rata-rata $8.5 – $10 milyar per tahun untuk mengimpor minyak nabati, sehingga dengan kenaikan harga dari minyak nabati yang tinggi membuat pengeluaran India untuk minyak nabati lebih banyak lagi. Impor minyak nabati India adalah nomor tiga terbesar dari impor India, setelah minyak mentah dan emas. Peningkatan impor minyak nabati menjadi 15 juta ton dari 4 juta ton pada 20 tahun yang lalu.

Namun kenaikan harga minyak sawit tidak dapat bertahan karena harga minyak sawit turun mengikuti turunnya harga minyak kedelai harga minyak kedelai di Bursa CBOT (The Chicago Board of Trade) dan juga di Bursa Dalian.

Demikian juga perkiraan bahwa ekspor bulan Juni ini akan turun , Ekspor minyak sawit turun Malaysia dari tanggal 1 – 15 Juni diperkirakan akan turun 7.9 % dari bulan lalu menjadi 657,474 MT menurut cargo surveyor SGS ( Malaysia) Bhd, pada hari Kamis.

Harga minyak kedelai di the Chicago Board of Trade turun 3%. Harga kedelai di AS turun 7 hari berturut-turut dan penguatan dolar menurunkan harga ke terendah dua bulan.
Harga minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange turun 1.7% sementara harga minyak sawit turun 1.4%.

Kurs ringgit turun 0.5% terhadap dolar melemahnya ringgit membuat harga minyak sawit lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga ekspor akan meningkat.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,300 ringgit dan selanjutnya ke 3,270 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,620 ringgit dan berikut ke 3,700 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here