(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung pada penutupan pasar hari Kamis naik setelah Laporan USDA terjadi kenaikan pembuatan etanol sehingga jagung yang dipakai juga meningkat, sehingga persediaan jagung berkurang.
Harga jagung Desember di CBOT naik 40 sen (0.08%) menjadi $5.890 per bushel.
Laporan USDA jagung yang dipakai untuk pembuatan etanol sebesar 447.56 mbu di bulan Mei, naik 49% dari sebelumnya dan naik 9.6% dari bulan lalu. Akumulasi permintaan etanol sebesar 3.725 milyar bushel selama bulan Mei sehingga membutuhkan 442 mbu jagung per bulan dan mencapai perkiraan produksi etanol dari USDA di bulan Juni.
Laporan ekspor mingguan dari USDA sebesar 14,979 MT dari persediaan lama yang dipesan sampai 24 Juni. Termasuk 75,000 MT dibatalkan dari Cina sehingga mengurangi penjualan dari Mexico, Honduras dan Nicaragua. Dari persediaan baru USDA melaporkan jagung yang dipesan 63,635 MT dibawah perkiraan.
Laporan mingguan FAS bahwa 1.137 jagung dikirim sehingga total yang dikirim pada tahun marketing ini sebesar 5.74 MMT atau 2.26 milyar bushel.
Stone X sebesar melaporkan hasil jagung Brazil totalnya 87.93 MMT turun 1.75 MMT dari perkiraan sebelumnya.
Harga jagung hari Rabu sempat naik sampai mencapai limit harga harian setelah laporan persediaan dikeluarkan bahwa persediaan jagung per 1 Juni sebesar 4.112 bbu, dibawah perkiraan rata-rata dan pada kuartal ke 3 penggunaan sebesar 3.7 bbu setelah revisi dari persediaan bulan Maret 4 mbu. Persediaan di petani sebesar 1.744 bbu turun 39.2% dibawah 2020 sehingga persediaan jagung semuanya turun 17.8%.
Area penanaman jagung sebesar 92.692 juta are di 2021, dibawah perkiraan sebesar 93.78 juta are. Dibanding dengan bulan Maret kenaikan area terjadi di ND,SD, IL, & MN sedangkan penurunan terjadi di IA, NE, WI dan PA.
Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.79 dan berikut $5.70 sedangkan resistant pertama di $6.04 dan berikut ke $6.14.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



