(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (2/7) terpantau bertahan menguat 26,702 poin (0,44%) ke level 6.032,660 setelah dibuka naik ke level 6.020,074. IHSG melanjutkan penguatannya dengan positif ketentuan PPKM Darurat, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan investor menantikan data tenaga kerja AS serta Wall Street kompak menguat oleh data klaim pengangguran AS yang menurun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,37% atau 53 poin ke level Rp 14.555, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat bertahap 4 hari di sesi global sebelumnya; berada di sekitar 11 minggu tertingginya oleh ekspektasi investor akan pertumbuhan data tenaga kerja AS (NFP) nanti dapat menambah kekuatan dollar. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.502.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 14,116 poin (0,24%) ke level 6.020,074. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,011 poin (0,47%) ke level 851,135. Siang ini IHSG menguat 26,702 poin (0,44%) ke level 6.032,660. Sementara LQ45 terlihat naik 0,65% atau 5,504 poin ke level 852,628.
Tercatat sebanyak 248 saham naik, 229 saham turun dan 144 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 653,32 kali transaksi sebanyak 10,27 miliar lembar saham senilai Rp 5,731 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,20%, dan Hang Seng yang turun 1,60%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain MNC Studios (MSIN) 22,22%, Gudang Garam (GGRM) 6,17%, Bank BNI (BBNI) 2,34%, dan Bank BRI (BBRI) 2,03%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menguat dengan positif atas PPKM Darurat, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed dengan investor menantikan data tenaga kerja AS serta Wall Street kompak menguat. Berikutnya IHSG kemungkinan akan agak tertahan pergerakannya pada pasar yang mencari arah, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.884, dan bila tembus ke level 5.833.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



