(Vibiznews – Commodity) – Turunnya data pertumbuhan impor Cina yang dirilis hari Selasa (13/7/2021) menambah sentimen negatif bagi pergerakan harga karet di bursa komoditas internasional. Terpantau harga karet Tocom menurun cukup signifikan dan masih di kisaran terendah 8 bulan. Harga karet SHFE dan Sicom turun moderat, dengan Sicom masih di terendah sepekan.
Impor ke China naik 36,7% tahun-ke-tahun menjadi USD229,89 miliar pada Juni 2021, lebih tinggi dari ekspektasi yang tumbuh 30% dan lebih rendah dari data 51,1% sebulan sebelumnya di tengah kenaikan harga komoditas, perlambatan manufaktur dan karena permintaan domestik berkurang setelah wabah COVID-19 terbaru di beberapa daerah.
Sentimen yang masih menekan pasar karet dipengaruhi oleh laporan Asosiasi Negara-Negara Penghasil Karet Alam (ANRPC) baru-baru ini memperkirakan penurunan demand dari India sebagai negara konsumen karet terbesar kedua oleh lambatnya proses vaksinasi di negeri tersebut.

Harga penutupan karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Agustus 2021 pada penutupan sore hari ini anjlok 2,2 poin atau 1,02% ke posisi 213,8 yen per kg, terendah sejak 10 November 2020 setelah dibuka pada posisi 216.0 yen.
Untuk harga karet di bursa Shanghai (SHFE) untuk kontrak bulan September 2021 ditutup melemah 70 poin atau 0,52% ke posisi 13315 yuan. Demikian di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan September 2021 ditutup lebih lemah dengan turun US$0,8 atau 0,49% ke posisi 161,5.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center



