(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (5/8) terpantau menguat signifikan 43,386 poin (0,70%) ke level 6.202,421 setelah dibuka naik ke level 6.191,548. IHSG menanjak oleh rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II yang mengesankan 7,07%, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed setelah Dow Jones terkoreksi oleh data tenaga kerja AS yang di bawah ekspektasi. IHSG terpantau di posisi 4 bulan lebih tertingginya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau terkoreksi 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.332, dengan dollar AS di pasar uang bertahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; menanjak setelah komentar hawkish anggota the Fed tentang kemungkinan kenaikan bunga pada awal 2023. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.312.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 32,513 poin (0,53%) ke level 6.191,548. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,206 poin (0,62%) ke level 848,670. Siang ini IHSG menguat 43,386 poin (0,70%) ke level 6.202,421. Sementara LQ45 terlihat naik 1,04% atau 8,771 poin ke level 852,235.
Siang ini lima dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor keuangan yang menanjak 2,44%, diikuti sektor teknologi yang naik 0,91%.
Tercatat sebanyak 216 saham naik, 269 saham turun dan 158 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.176,94 kali transaksi sebanyak 19,39 miliar lembar saham senilai Rp 10,317 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,43%, dan Hang Seng yang turun 0,20%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Bank Neo Commerce (BBYB) 24,70%, Bank Capital (BACA) 12,45%, Bank BRI (BBRI) 4,94%, dan Bank Mandiri (BMRI) 4,29%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak di zona hijau menanjak oleh melesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 7,07%, sedangkan bursa kawasan Asia variatif setelah Dow Jones terkoreksi oleh data tenaga kerja yang di bawah ekspektasi. Berikutnya IHSG kemungkinan akan terus bertahan di zona hijau, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.231 dan 6.342. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.048, dan bila tembus ke level 5.947.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



