Harga Minyak Merosot Tertekan Kekhawatiran Perlambatan Permintaan

747

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun pada hari Senin (09/08), karena meningkatnya kasus Covid mendorong kekhawatiran perlambatan permintaan.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate turun 3,46% menjadi diperdagangkan pada $65,92 per barel. Kontrak diperdagangkan serendah $65,15 di awal sesi.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 3,25% menjadi $68,40 per barel.

Tantangan terbesar untuk pasar minyak tetap ketidakpastian seputar COVID karena varian delta telah membuat jumlah kasus harian tertinggi sejak awal 2021.

Pekan lalu kedua kontrak turun lebih dari 7% untuk minggu terburuk sejak Oktober. Penurunan terjadi di tengah kekhawatiran permintaan serta peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS. Administrasi Informasi Energi AS mengatakan Rabu bahwa pasokan minyak mentah naik 3,6 juta barel pada minggu sebelumnya, sementara analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan penurunan 2,9 juta barel. Namun pasokan bensin turun lebih besar dari perkiraan 5,3 juta barel.

Kemungkinan perlambatan permintaan karena sebagian dari langkah-langkah penguncian kembali dunia mengikuti OPEC dan sekutunya lebih lanjut meningkatkan produksi bulan ini. Pada April 2020, grup tersebut menerapkan rekor pengurangan produksi hampir 10 juta barel per hari karena pandemi melemahkan permintaan produk minyak bumi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak turun tertekan kekhawatiran perlambatan permintaan akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $65,20-$64,61. Namun jika naik, harga akan bergerak dalam kisaran Resistance $66,16-$66,43.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here