Harga Kopi Arabika Naik Ke Harga Tertinggi 1 Minggu

800

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi September pada hari Senin naik dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 1 minggu, karena kekhawatiran kondisi di Brazil terjadi kekeringan

Harga kopi September di ICE New York naik $3.35 (1.90%) menjadi $179.35 dan harga kopi Robusta Septembe di ICE London naik 2.41%.

Somar Meteorologia pada hari Senin cuaca kering dan panas membuat tekanan pada tanaman kopi Brazil dalam dua minggu ke depan. Tingkat kelembaban turun sehingga mencapai tingkat kritis karena air tanah di Minas Gerais dibawah 10% dimana pertumbuhan tanaman memerlukan 60% kelembaban. Somar Meteorologia juga melaporkan bahwa curah hujan di Minas Gerais sebesar 0.8 mm pada minggu terakhir, hanya 11% dari rata-rata. Pada bulan depan pohon kopi sudah berbunga dengan berkurangnya hujan membuat pohon kopi tidak berbunga sehingga mengurangi hasil panen.

Cuaca beku di Brazil merusak pohon kopi, survey yang dilakukan pemerintah di Minas Gerais menemukan bahwa cuaca beku pada bulan lalu mencapai 194 kota dan 80% menanggung akibatnya.

RR Consultan Rural mengatakan pada hari Selasa bahwa perubahan suhu pada 30 hari terakhir di Brazil akan menimbulkan kerusakan pada tanaman kopi di beberapa daerah perkebunan kopi. Kekhawatiran akan berkurangnya hasil panen dari kopi Arabika setelah Somar Meteorologia pada hari Selasa mengatakan bahwa hujan diperkirakan tidak turun sampai pertengahan bulan.

Faktor yang menurunkan harga kopi Arabika adalah meningkatnya persediaan dari Colombia, negara produsen kopi Arabika terbesar ke dua di dunia. The Colombia Coffee Growers Federation melaporkan pada hari Rabu bahwa ekspor kopi di Colombia pada bulan Juli naik 9% dari tahun lalu menjadi 1.229 juta kantong.

Harga kopi Robusta sempat naik pada hari Senin karena turunnya persediaan kopi dari Vietnam, produsen kopi Robusta terbesar di dunia karena kekurangan container untuk pengiriman kopi Robusta sehingga ekspor kopi Robusta Vietnam terbatas menurut laporan dari Vietnam’s General Statistics Office yang melaporkan pada 28 Juli ekspor kopi kumulatif Vietnam dari Januari – Juli turun 9.3% dari tahun lalu menjadi 953,000 MT. ICO pada pada 13 Juli melaporkan bahwa ekspor kopi Robusta global dari Oktober sampai Mei turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 31.435 juta kantong.

The International Coffee Organization (ICO) pada 5 Juli menaikkan perkiraan surplus kopi di 2020 – 2021 sebesar 12% menjadi 2.26 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.02 juta kantong. ICO juga melaporkan pada 13 Juli bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Mei naik 2.2 % dari tahun lalu menjadi 87.299 juta kantong.

CONAB pada 25 Mei memperkirakan produksi kopi Brazil di 2021 akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun di 48.8 juta kantong.

Persediaan kopi yang dalam pengawasan ICE naik selama 7 bulan terakhir. Persediaan kopi Arabika hari Rabu lalu naik ke jumlah tertinggi 1 1/2 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong. Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 3 ¾ tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 5 3/4 tahun di 14, 282 lot pada hari Senin. Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Selasa 2.159 juga kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $172, dan berikut ke $166 sedangkan resistant pertama di $190 kemudian ke $200 .

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here