IPO Big Tech Untuk Peningkatan Ekonomi Indonesia

773

(Vibiznews – IDX) Teknologi menjadi bagian yang sangat penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia.

Seperti yang juga disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato pada Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas Rancangan Undang-Undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada Senin (16/08/2021) lalu, menyampaikan ada enam fokus utama dalam kebijakan APBN 2022, salah satunya ada di fokus Keempat, yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.

Karena itu dengan sangat pentingnya teknologi, maka Pemerintah terus berupaya meningkatkan penggunaan teknologi di berbagai bidang.

Presiden Jokowi menyampaikan untuk pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp384,8 triliun, dimana pembangunan infrastruktur salah satunya diarahkan juga untuk pemerataan infrastruktur dan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Pemerintah juga melakukan pengembangan teknologi informasi dalam layanan kesehatan.

Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat investasi pemerintah di bidang pendidikan, salah satunya dengan mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, upaya peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pemerintah juga melakukan perbaikan proses perencanaan dan pelaporan PNBP dengan menggunakan teknologi informasi yang terintegrasi.

Merespon upaya pemerintah meningkatkan pengembangan teknologi untuk mendukung peningkatan ekonomi Indonesia, Pasar Modal Indonesia juga melakukan upaya dengan dilaksanakannya Initial Public Offering (IPO) perusahaan-perusahaan besar di bidang teknologi (Big Technology).

Seperti telah banyak diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan ada tiga perusahaan rintisan (startup) di Indonesia berstatus unicorn dan decacorn yang berencana melakukan IPO. Ketiga perusahaan tersebut adalah Gojek-Tokopedia (GoTo), J&T Express, dan Traveloka. OJK menyebutkan total valuasi aset tiga startup tersebut di atas US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 311,75 triliun. Masing-masing perusahaan big tech ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Menurut data BEI, GoTo menjadi perusahaan rintisan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air, yakni sekitar US$ 18 miliar atau setara Rp 261 triliun. Berikutnya, kapitalisasi pasar J&T Express senilai US$ 7,8 miliar atau Rp 113,1 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar Traveloka US$ 2,75 miliar atau setara Rp 39,87 triliun.

Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Patria Sjahrir saat wawancara dengan Vibiznews dalam Program Vibiznews Dialogue & Opinion menyatakan bahwa adanya IPO Big Tech Indonesia adalah sangat positif bagi ekonomi Indonesia, dimana teknologi sudah menjadi komponen penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ekonomi Indonesia makin besar di ICT (Information and Communication Technology)….dalam 5 tahun terakhir investment terbesar FDI (Foreign Direct Investment), sebagian besar dari teknologi”, demikian Pandu menyatakan.

Karena itu diharapkan ke depannya IPO Big Tech akan terus dilanjutkan, sehingga memberikan dukungan bagi ekonomi Indonesia.

Dengan masuknya perusahaan unicorn dan decacorn ke Bursa Efek Indonesia, maka diharapkan akan mendongkrak kapitalisasi pasar saham emiten di BEI dan menarik lebih banyak investor asing, tapi juga menarik lebih banyak investor dalam negeri dengan lebih bergairahnya perdagangan bursa saham di dalam negeri dengan masuknya Big Tech ke bursa saham Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here