(Vibiznews – commodity) – Harga minyak sawit naik pada penutupan pasar hari Selasa mencapai rekor 4,786 ringgit, karena menguatnya harga minyak mentah dan hasil survey diperkirakan persediaan September turun.
Harga minyak sawit Desember pada penutupan pasar hari Selasa di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 3.38% menjadi 4,738 ringgit ($1,134.17) per ton.
Harga minyak sawit harganya naik tinggi karena faktor di luar minyak sawit biasanya akan sementara karena pembeli terbesar Cina sedang libur panjang.
Harga minyak sawit naik karena kenaikan minyak Brent yang kembali naik ke harga tertinggi 3 tahun, setelah pandemi covid terlihat mereda. Naiknya harga minyak mentah membuat para pembeli mencari pengganti dari minyak mentah seperti biasanya mereka mencari canola tetapi karena persediaan canola kurang menyebabkan importir mencari alternatif lainnya ke minyak nabati lain seperti minyak sawit dan minyak kedelai.
Harga minyak brent kenaikannya terbatas sampai ke harga tertinggi tiga tahun setelah OPEC dan negara penghasil lainnya memutuskan untuk menaikkan produksi daripada menaikan produksi secara penuh. Menguatnya harga minyak mentah membuat permintaan akan biodiesel meningkat sehingga harga minyak sawit juga meningkat karena permintaan minyak sawit naik.
Persediaan minyak sawit Malaysia di bulan September diperkirakan turun dari jumlah tertinggi 14 bulan pada bulan lalu, karena meningkatnya ekspor dan kenaikan produksi yang kecil.
Persediaan minyak sawit Malaysia turun 0.36% menjadi 1.87 juta ton sementara produksi naik 2.8% menjadi 1.75 juta ton.
Laporan bulanan persediaan dan permintaan dari The Malaysian Palm Oil Board akan diumumkan pada 11 Oktober 2021.
Bursa Malaysia Derivatives meluncurkan East Malaysian Crude Palm Oil Futures pada hari Senin, membuat investor dapat melihat pergerakan harga di pasar Malaysia sebelah timur.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 1 % , sedangkan the Dalian Commodity Exchange libur sampai hari Kamis.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,470 ringgit berikut ke 4,320 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,760 ringgit berikut ke 4,820 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



