(Vibiznews – Commodity) Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis naik namun masih dibawah harga tertinggi pada hari Senin, optimisme permintaan meningkat karena penurunan penularan covid
Harga kakao Desember di ICE New York naik $11 (0.41%) menjadi $2,726 per ton dan harga kakao Desember di ICE London naik 0.11%.
Harga kakao kembali naik namun masih di bawah harga tertinggi hari Senin harga kakao di New York di harga tertinggi 9 ¾ bulan dan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 6 ¾ bulan.
Harga kakao naik karena perkiraan bahwa permintaan akan kakao meningkat karena turunnya peningkatan penularan virus covid 19. Rata-rata 7 hari penularan covid di AS pada hari Rabu turun ke jumlah terendah 2 bulan sebesar 101,468 sehingga pembatasan akan dibuka kembali dan akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan kakao akan meningkat.
Persediaan kakao di AS berkurang membuat harga naik setelah persediaan kakao AS yang dalam pengawasan ICE pada hari Rabu turun ke jumlah terendah 4 bulan turun dari rekor tertinggi di 5.86 juta (data dari 1999) pada 30 Juni dan juga persediaan kakao Uni Eropa turun ke jumlah terendah 7 ½ bulan pada hari Selasa, Persediaan kakao dalam pengawasan ICE pada hari Kamis sebesar 5.451 juta kantong.
Pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa total kumulatif kakao yang dikirim petani di Ivory Coast ke pelabuhan dari 27 September – 3 Oktober sebesar 1,341 MT, di bawah 7,446 MT di tahun lalu pada periode yang sama.
Tanda bahwa permintaan global meningkat sehingga harga kakao naik , karena permintaan kakao global meningkat setelah Gepex, gabungan eksportir kakao dari 6 negara penghasil kakao terbesar melaporkan pada hari Senin bahwa kakao yang diproses naik 22.4% dari tahun lalu menjadi 54,459 MT. Juga IRI melaporkan pada 3 September penjualan retail coklat di AS selama 4 minggu sampai 8 Agustus naik 6.3% dari tahun lalu.
Hasil panen kakao di Ghana membuat harga kakao meningkat setelah the Ghana Cocoa Board pada hari Rabu memperkirakan bahwa panen kakao di Ghana di 2021/22 turun 5.6% dari tahun lalu menjadi 950,000 MT dari perkiraan 1.06 MMT di 2020/21.
Juga persediaan kakao di Ghana melimpah, negara produsen kakao terbesar ke dua di dunia setelah the Ghana Cocoa Board melaporkan pada hari Senin membeli 1.05 MMT kakao dari petani dari 1 Oktober sampai 30 September.
Data dari Nigeria produsen kakao terbesar ke lima di dunia ekspor kakao Nigeria pada bulan Agustus naik 700% dari tahun lalu menjadi 20,873 MT.
Pada 31 Agustus the International Cocoa Organization (ICCO) menaikkan perkiraan produksi kakao global 2020/21 sebesar 5.14 MMT dari perkiraan sebelumnya 5.02 MMT sehingga surplus global 2020/21 sebesar 230,000 MT dari perkiraan sebelumnya 165,000 MT.
Permintaan kakao global meningkat dan merupakan faktor positif bagi harga kakao. The Cocoa Association of Asia pada 16 Juli mengatakan pada kuartal ke 2 kakao yang digiling di Asia naik 9% dari tahun lalu menjadi 220,865 MT naik 4% diatas perkiraan mencapai rekor pada Q2. The National Confectioners Association bahwa permintaan kakao di Amerika Utara di Q1 naik 11.7% dari tahun lalu menjadi 123,719 MT naik 6% dari tahun lalu. Permintaan kakao Eropa naik setelah European Cocoa Association melaporkan pada 13 Juli bahwa kakao yang di giling di kuartal 2 di Eropa naik 14% dari tahun lalu menjadi 356,854 MT lebih baik dari perkiraan yang naik 7.5% dari tahun lalu kenaikan pada kuartal ke dua tertinggi dalam 10 tahun.
Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,690 dan berikut di $2,660 sedangkan resistant pertama di $2,800 dan berikut di $2,830.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido



