Harga Minyak Sawit Turun Mengikuti Turunnya Harga Minyak Kedelai

528

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Kamis kembali turun, setelah mencapai rekor di atas 5,000 ringgit pada hari Rabu, karena trader mengambil keuntungan dari harga tertinggi hari Rabu dan harga minyak sawit mengikuti turunnya harga minyak kedelai di Bursa Dalian.

Harga minyak sawit Desember pada hari Kamis 14 Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 144 ringgit atau 2.87% menjadi 4,877 ringgit ($1,174.47) per ton karena turunnya harga minyak kedelai di Bursa Dalian.

Harga minyak sawit pada hari Rabu sempat mencapai harga diatas 5,000 ringgit pada penutupan pasar 5,015 ringgit, setelah pembeli utama India menurunkan pajak impor untuk crude palm oil (CPO) dan minyak sawit olahan, minyak kedelai dan minyak bunga matahari sebelum festival untuk meredakan kenaikan harga saat ini.

Perubahan pajak import terjadi karena pajak impor crude palm oil (CPO) tidak menguntungkan dibandingkan pajak impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari. Pajak impor CPO sebesar 8.25% sedangkan pajak impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari sebesar 5.5%.

India menurunkan dasar pajak impor CPO, Crude soyoil dan Crude sunflower oil menjadi 0% dari 2.5% untuk mengurangi harga yang mencapai rekor.

Negara Asia Selatan juga mengurangi Agriculture Infrastructure and Development Cess (AIDC) dari CPO menjadi 7.5% dari 20% sementara AIDC dari crude soyoil dan crude sunflower oil menjadi 5% dari 20%.

Impor minyak sawit India di bulan September naik dua kali lipat dari tahun lalu mencapai rekor 1.26 juta ton setelah pembeli menaikan pembelian minyak sawit olahan sebelum festival dan untuk mengambil keuntungan dari penurunan pajak import, menurut the solvent Extractor’s Association India.

Meningkatnya ekspor ke India dapat membuat persediaan tetap rendah karena produksi sawit Malaysia meningkat akibat musim sawit sedang berlangsung.

Eksportir melihat bahwa efek dari tingginya harga minyak sawit akan mempengaruhi permintaan apakah konsumen mau membeli pada harga tersebut.

Malaysia tetap mempertahankan pajak ekspor dari CPO di 8% tetapi meningkatkan harga referensi.

Indonesia, negara eksportir terbesar di dunia, menghentikan ekspor bahan mentah dari semua jenis minyak nabati dan mempersiapkan untuk meningkatkan ekspor bahan olahan, menurut Presiden Jokowi pada hari Rabu.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0.2%. Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 0.6%, sementara harga minyak sawit turun 0.8%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,800 ringgit dan berikut ke 4,590 ringgit sedangkan resistant pertama di 5,040 ringgit dan berikut ke 5,160 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here