Harga Kedelai Turun, Karena Turunnya Ekspor Mingguan

479

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai turun pada hari Kamis setelah Laporan Ekspor mingguan dan ekspor kedelai turun, juga Harga minyak mentah turun dan cuaca lembab sangat mendukung untuk panen setelah terjadi penundaan panen selama ini di Midwest.

Harga kedelai Januari di CBOT turun 3.75 sen (0.30%) menjadi $12.475 per bushel, harga soymeal Desember tidak berubah di $330.9 per ton dan harga minyak kedelai turun 55 sen (0.90%) .

Laporan Penjualan Ekspor Mingguan sebesar 1.18 MMT pada minggu ini sampai 21 Oktober, dibawah range perkiraan 1.25 – 2 MMT. Negara tujuan ekspor terbesar Cina sebesar 1.081 MMT, sebesar 449k MT dipindahkan dari negara yang tidak diketahui dan 66k dari Hongkong. Ekspor pada tahun marketing ini sebesar 8.24 MMT selama 8 minggu, naik 41% dari bulan lalu dan 20% diatas rata-rata 5 tahun.

Untuk soymeal yang dipesan pada minggu ini sebesar 161,475 MT , turun 33% dari minggu lalu, setengahnya dari ekspor tahun lalu pada minggu yang sama.

Untuk minyak kedelai yang dipesan, Korea Selatan menjadi pembeli terbesar 9,000 MT dari 14,623 MT total. Minyak kedelai yang dipesan hampir mencapai puncak perkiraan dan pembelian terbesar mingguan sejak April

Jumlah kedelai yang masuk ke persediaan akan naik karena turunnya ekspor dan naiknya hasil sehingga perkiraan akan naik menjadi 350 – 400 mb.

Ekspor kedelai Brazil di bulan Oktober sebesar 3.432 MMT pada bulan Oktober menurun Anec dibanding sebelumnya 3.397 MMT.

Produksi Amerika Selatan diperkirakan 144 mmt di Brazil dibanding 141 mmt di 2021.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan suppor pertama di $12.27 dan berikut ke $12.08, sedangkan resistant pertama di $12.49 dan berikut $12.67.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here