(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit naik pada penutupan pasar hari Rabu kembali ke rekor tertinggi dua minggu mengikuti kenaikan harga minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange setelah Cina menganjurkan rakyatnya untuk menyimpan makanan pokok untuk persiapan musim dingin.
Harga minyak sawit Januari pada hari Rabu di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2.07% menjadi 5,073 ringgit ($1,221.82) per ton, mencapai harga tertinggi 2 minggu.
Pasar mengawasi pergerakan di bursa Dalian setelah pemerintah Cina menyuruh rakyatnya menyimpan makanan.
Trader di Kuala lumpur mengatakan Cina membuat harga minyak nabati tetap tinggi, saat ini momen untuk membeli olein di Dalian sehingga mendorong harga minyak sawit Malaysia naik.
Harga minyak sawit tidak naik karena turunnya ekspor, jumlah persediaan akhir yang banyak. Tetapi kita mengikut jalannya Dalian.
Pemerintah Cina menganjurkan kepada keluarg-keluarga untuk menyimpan kebutuhan harian untuk mengatasi saat-saat darurat setelah masa pandemi berakhir dan curah hujan tinggi yang tidak biasa membuat harga-harga sayuran meningkat dan juga membuat persediaan makanan kurang
Namun kenaikan harga dibatasi oleh persediaan minyak sawit yang tinggi di bulan Oktober dan rumor pasar mengatakan ekspor ke India akan turun.
India mengurangi ekspor karena produksi domestik biji-bijian untuk minyak di bulan Nopember bagus dan India mempunyai banyak persediaan minyak nabati lokal sehingga tidak perlu membeli lagi minyak nabati dari luar.
Harga minyak sawit di Bursa Dalian naik 2.79% sementara harga minyak kedelai naik 2.35%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.31%.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,850 ringgit berikut ke 4,740 ringgit sedangkan resistant pertama di 5,090 ringgit berikut ke 5,220 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting


