Dana Kelolaan Industri Reksa Dana Oktober Tumbuh Positif

598
IHSG Melemah 0,44, Indeks Reksa Dana Zona Merah

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Dana kelolaan industri yang lebih dikenal dengan asset under management (AUM) reksa dana di sepanjang Oktober bertumbuh. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di sepanjang Oktober AUM industri reksa dana naik 1,15% month on month (mom) menjadi Rp 558,16 triliun.

Hal ini menunjukkan minat investor terhadap reksa dana cukup tinggi. Namun, karena terjadi aksi ambil untung yang cukup besar akibatnya AUM reksa dana saham dan Exchange Traded Fund (ETF) menurun.

Reksa dana indeks saham mencatat pertumbuhan AUM tertinggi sebesar 7,02% mom menjadi Rp 8,68 triliun. Namun, AUM reksadana ETF menurun paling dalam sebesar 2,46% mom menjadi Rp 15,03 triliun. Mengikuti, AUM reksa dana saham juga menurun 1,52% mom menjadi Rp 127,6 triliun. Sementara, AUM reksa dana jenis lain tercatat menguat.

Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan AUM reksa dana saham dan ETF menurun diikuti oleh penurunan unit penyertaan mereka. Berdasarkan data Infovesta Utama, unit penyertaan reksa dana saham di periode yang sama turun 2,91% mom. Sedangkan, unit penyertaan reksa dana ETF menurun 10,57%.

Kondisi tersebut menunjukkan ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) naik selama Oktober, investor reksa dana saham dan ETF melakukan aksi ambil untung.

Analis Vibiz Research Center melihat sepanjang Oktober indeks IHSG, LQ45 dan IDX30 kompak ditutup menguat secara mom.

Bahkan, IHSG hampir menyentuh level all time high di pertengahan bulan tersebut. Berdasarkan pengamatan analis, investor cenderung merealisasikan keuntungan di tengah ekspektasi koreksi IHSG di November. “Pergerakan IHSG di November cenderung mix sebelum diperkirakan kembali menguat di akhir tahun. Di samping itu, maraknya rencana aksi korporasi seperti IPO dan right issue diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Sementara, secara total, AUM industri reksa dana masih tumbuh, artinya investor cenderung parkir dana investasi ke jenis reksa dana lainnya, salah satunya reksa dana pasar uang. Perlu diketahui dana kelolaan reksa dana pasar uang yang menjadi driver pertumbuhan AUM total. Berdasarkan data Infovesta Utama, tercatat AUM reksa dana pasar uang naik 3,82% mom ke Rp 107,99 triliun.

Hingga akhir tahun, Analis Vibiz Research memproyeksikan IHSG berpotensi ditutup menguat ke level 6.700-6.800. Namun,  meski kinerja IHSG berpotensi naik, tidak otomatis membuat dana kelolaan reksa dana saham dan ETF jadi ikut naik, mengingat di bulan Oktober investor sudah melakukan ambil untung.

Sementara itu, Wawan mengamati AUM reksa dana indeks tetap tumbuh karena nilai portofolio dalam reksa dana tersebut naik. “Reksa dana indeks kinerjanya akan mirip dengan indeks acuannya, secara unit penyertaan memang tidak berkurang tetapi bukan berarti tidak ada investor yang redeem,” kata Wawan.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here