Harga Jagung Meningkat di Akhir Pekan Persediaan Global Turun

673
jagung

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung meningkat pada penutupan pasar akhir pekan karena menguatnya dolar dan perkiraan persediaan global yang menurun.

Harga jagung Desember di CBOT naik 7.75 sen (1.36%) menjadi $5.7725 per bushel.

Laporan penjualan ekspor mingguan dari USDA sebesar 1.067 MMT jagung dipesan pada minggu sampai 4 Nopember masih turun 13% dari tahun lalu tetapi 9 % diatas penjualan tahun lalu pada minggu yang sama. Ekspor jagung selama seminggu 718k MT membuat total ekspor pada tahun marketing ini menjadi 6.61MMT, turun dari tahun lalu sementara total ekspor yang belum dikirim sebesar 1.263 bbu masih 6% dibawah tahun 2020/21.

Peningkatan penggunaan jagung untuk ethanol naik 50 juta bushel pada minggu ini seiring dengan kenaikan harga etanol. Banyak analis memperkirakan kenaikan harga etanol akan membuat pemakaian jagung untuk etanol akan meningkat menjadi 100 – 150 juta bushel, sehingga total pemakaian jagung untuk etanol pada tahun ini sebesar 5.35 sampai 5.4 milyar bushel.

CONAB Brazil memperkirakan hasil panen jagung 2021/22 sebesar 116.7 MMT pada perkiraan bulan Nopember, naik 0.34% dari perkiraan Oktober tapi masih dibawah perkiraan WASDE 18 MMT.

Rosario’s Grain Exchange Argentina memperkirakan produksi jagung Argentina sebesar 55-56 MMT, karena perkiraan akan hujan sementara USDA memperkirakan 54.5 MMT. Tanaman jagung yang sudah ditanam di Argentina sudah selesai 42%.

Korea Selatan MFG memesan 137k MT jagung dengan tender di pasar Internasional dan Turki membeli 325k MT jagung.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.63 berikut ke $5.48 sedangkan resistant pertama di $5.79 dan berikut ke $5.86.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here