Harga Karet Turun, Data Penjualan Retail Cina Di bawah Perkiraan

720
karet

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet berjangka Jepang pada penutupan pasar hari Senin turun mengakhiri kenaikan harga pada minggu lalu karena berita penjualan ritel yang lemah di pembeli utama Cina memicu kekhawatiran permintaan untuk karet akan berkurang.

Harga karet Juni di the Osaka Exchange ditutup turun 3.6 yen atau 1.5% menjadi 242.9 yen ($2.1) per kg, harga karet turun dari harga tertinggi sejak 30 Nopember di 248.4 yen pada perdagangan malam hari.

Harga karet Mei di Shanghai Futures Exchange turun 90 yuan atau 0.6% menjadi 14,920 yuan ($2,352) per ton.

Harga karet sangat berpengaruh oleh berita perekonomian di Jepang dan Cina, selain dari berita dari karetnya sendiri.

Pemerintah Jepang sedang mendiskusikan untuk melakukan keadaan darurat di Tokyo untuk mengurangi peningkatan penyebaran virus Covid-19.

Ekonomi Cina sudah pulih dari efek penurunan ekonomi akibat pandemi 2021 , sehingga ekspor meningkat namun sempat terhalang oleh melemahnya konsumsi dan harga properti yang turun, sehingga perlu kebijakan-kebijakan yang mendukung.

Data retail Cina di Desember diluar perkiraan hanya naik 1.7% dari tahun lalu. Bank Sentral Cina segera menetapkan penurunan tingkat suku bunga pinjaman 10 basis point.

Harga karet Februari di Singapore Exchange SICOM turun 1.4% menjadi 178.8 sen US.

Analisa tehnikal untuk karet dengan support pertama di 237.73 yen dan berikut ke 230.36 yen sedangkan resistant di 245.96 yen dan berikut ke 248,4 yen.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here