(Vibiznews-Commodity) – Harga kedelai turun sedikit pada hari Kamis turun dari harga tertinggi 8 bulan di hari Rabu di harga $15.64 per bushel, karena kedelai naik akibat berkurangnya hasil panen.
Harga kedelai Maret di CBOT turun 1 sen (0.06%) menjadi $15.4425 per bushel, harga soymeal Maret naik $2 (0.46%) menjadi $437.10 per ton, harga minyak kedelai Maret turun 23 sen (0.35%) menjadi $65.75.
Harga kedelai pada penutupan pasar hari Kamis turun sedikit, setelah Laporan Ekspor Mingguan dari USDA sebesar 1.095 MMT kedelai dipesan sampai 27 Januari naik dari 459k MT minggu sebelumnya. Naik 6% dari minggu lalu, hanya 43% dari tahun lalu pada minggu yang sama, sesuai dengan perkiraan. Dari persediaan baru dipesan 881,816 MT sampai 27 Januari. Negara pembeli terbesar Cina dengan yang dikirim sebesar 1.39 MMT.
Jumlah ekspor soymeal sebesar 605,485 MT sampai 27 Januari, pengiriman terbesar sejak 16 Januari 2020, diatas perkiraan. Negara pembeli terbesar Colomba dan Philipina. Pengiriman ekspor soymeal sebesar 280,237 MT, sehingga total pengiriman pada tahun marketing ini 4.127 MMT.
Ekspor mingguan untuk minyak kedelai sebesar 4,149 MT, jumlah terendah 3 minggu turun 78% dari tahun lalu dan jumlah terendah dalam range perkiraan.
Cina membeli 6 cargo kedelai US namun belum bisa menaikkan harga. Harga kedelai AS lebih murah dari Brazil.
Hasil panen dari Amerika Selatan terus turun baik kuantitas maupun kualitas. The Bueos Aires Grain Exchange melaporkan bahwa 37% dari panen Argentina baik turun dari minggu lalu. Perkiraan hasil panen kedelai Argentina sebesar 42 mmt. Perkiraan hasil panen Paraguai sebesar 4 MT dibanding dengan panen normal 10 MMT.
Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama $14.85 berikut ke $14.44 sedangkan resistant pertama di $15.54 dan berikut ke $15.66.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



