(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (8/2) terpantau terkoreksi dari rekor intraday terbarunya 9,468 poin (0,14%) ke level 6.795,469 setelah dibuka naik ke level 6.833,743. IHSG sempat mencetak intraday rekor kembali lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara investor mencermati data inflasi AS nanti dan prospek kenaikan bunga the Fed lebih tinggi serta Wall Street yang berakhir variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,10% atau 14 poin ke level Rp 14.382, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah terbatas di sesi global sebelumnya; bergerak sempit sembari investor menantikan rilis data inflasi AS minggu ini. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.396.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat tembus rekor 28,806 poin (0,42%) ke level 6.833,743. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,818 poin (0,71%) ke level 971,424. Siang ini IHSG melemah 9,468 poin (0,14%) ke level 6.795,469. Sementara LQ45 terlihat naik 0,12% atau 1,180 poin ke level 965,786.
Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor health yang merosot 2,08%, diikuti sektor basic industry yang turun 1,18%.
Tercatat sebanyak 231 saham naik, 267 saham turun dan 174 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 1.065.828 kali transaksi sebanyak 16,983 miliar lembar saham senilai Rp 7,947 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,34%, dan Hang Seng yang turun 1,56%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Berkah Beton (BEBS) -6,78%, Matahari Dept Store (-5,39%, Bank Jago (ARTO) -2,73%, dan United Tractor (UNTR) -1,66%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak mencetak intraday all time high lagi lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara investor mencermati data inflasi AS nanti serta Wall Street yang berakhir variatif. Berikutnya IHSG kemungkinan akan ditahan profit taking karena sudah sekitar area overbought, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.805 dan 6.859. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.626, dan bila tembus ke level 6.523.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



