(Vibiznews – IDX Stocks) – Pemerintah Indonesia menargetkan masuknya investasi sebanyak 200-250 triliun rupiah melalui penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada November 2022. Sedangkan, target investasi Indonesia sepanjang 2022 adalah sebesar 1.200 triliun rupiah. Artinya, acara G20 diharapkan dapat menyumbang ~16% dari target investasi tahun ini.
Meski demikian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa angka ini belum pasti dan masih kasar. Pihaknya masih terus menghitung pendetailan target nilai investasi.
Agenda investasi yang didorong oleh pemerintah adalah hilirisasi dalam negeri. Sejumlah sektor yang menjadi fokus adalah pariwisata, perkebunan, batu bara, dan nikel. Sebagai contoh, batu bara diolah menjadi Dimethyl Ether (DME), nikel menjadi baterai, dan sebagainya.
Selain hilirisasi, Bahlil juga mendorong investasi di energi baru terbarukan (EBT). Ambisinya adalah untuk mengembangkan industri sel baterai terintegrasi di Indonesia. Hal ini akan dicapai lewat kolaborasi teknologi dengan Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.
Di 2021, BKPM mencatat realisasi investasi mencapai 901,02 triliun rupiah (+9,0% YoY). Dari jumlah tersebut, penanaman modal asing (PMA) berkontribusi 454 triliun rupiah (+10,0% YoY).
Fokus investasi di hilirisasi senada dengan kebijakan pemerintah terhadap dunia usaha selama beberapa waktu terakhir. Jika terealisasi, investasi tersebut berpotensi membantu perusahaan-perusahaan, terutama komoditas, untuk meningkatkan daya saingnya.
Selasti Panjaitan/Vibiznews



