Harga Minyak Naik Setelah Meredanya Ketegangan Rusia-Ukraina

473

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik pada hari Rabu setelah mundur lebih dari 3% di sesi sebelumnya setelah meredanya ketegangan Rusia-Ukraina memberikan harapan pulihnya permintaan bahan bakar.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terpantau naik $1 atau 1,12% pada $93,10.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $94,43 per barel, naik $1,15 atau 1,23%, setelah turun 3,3% semalam setelah Rusia mengumumkan penarikan sebagian pasukannya di dekat Ukraina, yang belum diverifikasi oleh Amerika Serikat.

Kedua benchmark telah mencapai level tertinggi sejak September 2014 pada hari Senin, dengan Brent menyentuh $96,78 dan WTI mencapai $95,82. Harga Brent melonjak 50% pada 2021, sementara WTI melonjak sekitar 60%, karena pemulihan permintaan global dari pandemi Covid-19 menekan pasokan.

Pada hari Selasa, kementerian pertahanan Rusia menerbitkan rekaman yang menunjukkan bahwa mereka mengembalikan beberapa pasukan ke pangkalan setelah latihan, sebuah langkah yang memicu aksi ambil untung dalam minyak serta rebound di Wall Street dan pasar saham Eropa.

Tapi di luar ketegangan Ukraina, pasar minyak tetap ketat dan harga masih di jalur menuju $100 per barel, kata para analis.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada hari Selasa bahwa dia melihat ruang untuk lebih banyak diplomasi untuk mencegah perang antara Rusia dan Ukraina setelah empat jam pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak akan mencermati berbagai sentimen. Dengan meredanya ketegangan Rusia-Ukraina akan dapat menaikkan harga minyak. Namun jika dinihari nanti risalah pertemuan The Fed mensinyalkan kenaikan suku bunga bulan Maret, akan menaikkan dolar AS dan dapat menekan harga minyak.