(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit tidak bisa bertahan pada ketinggiannya pada penutupan hari Selasa harga minyak sawit turun setelah pada awal pasar sempat mencapai rekor tertinggi di harga 5,773 ringgit ($1,379.62).
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 7 ringgit atau 0.12% menjadi 5,660 ringgit ($1,352.61) per ton setelah naik 1.87% pada permulaan pasar.
Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 –15 Februari naik antara 18.8% sampai 23.6% dari bulan Januari, menurut Amspec Agri Malaysia.
Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1-15 Februari naik 23.6% dari bulan lalu pada periode yang sama menjadi 496,983 ton menurut Amspec Agri Malaysia.
Perdagangan minyak sawit meningkat karena permintaan saat ini sampai awal Maret diperkirakan beralih ke Malaysia sampai Indonesia kembali melakukan pengiriman ekspor minyak sawit sesuai dengan kebijakan ekspor yang baru.
Kenaikan harga saat ini terbatas sampai 5,700 ringgit karena diperkirakan adanya kenaikan produksi.
Pada 2 hari pertama minggu ini harga sawit masih dipengaruhi dengan kebijakan ekspor dari Indonesia, dan Pemotongan pajak import oleh India, pasar menantikan apakah pergeseran pembelian minyak sawit ke Malaysia akan terjadi dan terjadi peningkatan pembelian minyak sawit dari India, pasar masih sangat volatile belum ada pada keseimbangannya, inilah kesempatan para trader di perdagangan berjangka mengambil keuntungan dari perdagangan berjangka sawit ini, apabila harga minyak sawit melonjak lagi maka India akan beralih membeli ke minyak kedelai.
Harga minyak kedelai di bursa Dalian naik 0.6% sementara harga minyak sawit naik 1.4% sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 1%.
Analisa tehnikal minyak sawit dengan support pertama 5,470 ringgit berikut 5,040 ringgit sedangkan resistant pertama 5,700 ringgit dan 5,800 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



