Dolar AS dan Yen Menguat Merespon Laporan Ledakan di Ibu Kota Ukraina

695
nikkei yen

(Vibiznews – Forex) Mata uang safe haven seperti yen dan dolar AS bergerak naik pada hari Kamis setelah laporan terjadinya ledakan di ibukota Ukraina Kyiv dan tembakan di dekat bandara utama kota tersebut.

Sementara itu Euro merosot ke level terendah multi-tahun terhadap franc Swiss setelah pasukan Rusia menembakkan rudal ke beberapa kota Ukraina dan mendaratkan pasukan di pantai selatannya.

Mata uang terkait komoditas yang lebih berisiko seperti dolar Australia juga merosot karena Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan invasi skala penuh.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik sebanyak 0,60% menjadi 96,762 untuk pertama kalinya sejak 31 Januari.

Euro turun sebanyak 0,67% menjadi $ 1,1225.

Terhadap mata uang safe haven lainnya, euro turun sebanyak 1,28% ke level terendah hampir satu bulan di 128,37 yen dan sebanyak 0,84% menjadi 1,0292 franc Swiss, terlemah sejak Mei 2015.

Dolar Australia turun sebanyak 0,90% menjadi $0,7167 dan dolar Selandia Baru turun sebanyak 1,00% menjadi $0,6706.

Sterling tergelincir 0,71% menjadi $ 1,3446.

Selain sebagai tempat berlindung yang aman, dolar telah didukung oleh ekspektasi Federal Reserve untuk memulai kampanye kenaikan suku bunga bulan depan, meskipun meningkatnya risiko di sekitar Ukraina membuat para pedagang mengurangi prediksi kenaikan setengah poin yang lebih besar kemudian menjadi 16%, dari 25% pada hari sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan mata uang safe haven seperti Dolar AS dan Yen akan melanjutkan penguatan seiring ketegangan yang meningkat antara Rusia-Ukraina dengan terjadinya serangan Rusia ke ibu kota Ukraina.