(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY berusaha rebound pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (2/2/2026) dari pelemahan pekan lalu yang cukup dalam.
Yen Jepang berusaha kembali ke kisaran tertinggi 2 bulan yang dicapai pekan lalu setelah pada sesi Asia tertekan oleh komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi akhir pekan lalu.
Takaichi mengatakan bahwa yen yang lemah dapat menjadi peluang besar bagi industri ekspor, yang menandakan dukungan untuk mata uang yang lebih lemah. Ia kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya bertujuan untuk mempromosikan ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi mata uang.
Yen turun sekitar 1% terhadap dolar pada hari Jumat setelah Presiden AS Trump menominasikan Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve berikutnya, yang secara luas dianggap sebagai pilihan yang lebih agresif.
Para investor uga bersiap menghadapi volatilitas yang meningkat menjelang pemilihan sela DPR pada 8 Februari, di mana partai penguasa Takaichi diperkirakan akan mendapatkan kursi dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif.
Obligasi pemerintah Jepang dan yen berada di bawah tekanan bulan lalu karena ekspektasi stimulus fiskal, dengan pembicaraan pemotongan pajak kemungkinan akan semakin menekan keuangan pemerintah.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak turun kebawah posisi pembukaan dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan melanjutkan pelemahan menembus support.
Pair kini berada di posisi 154,80 yang turun menuju 154,54, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
Namun jika pair tidak sampai menembus 154.45, berpotensi balik mendaki ke posisi 153.55, jika tembus lanjut ke resisten lanjutan di posisi 154.86.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 157.44 | 156.14 | 155.45 | 154.14 | 153.46 | 152.15 | 151.47 |



