(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung turun pada akhir minggu range trading seminggu ini 60 sen dengan harga tinggi baru pada hari Kamis di $7. 1625 namun selama seminggu ini harga jagung masih naik 3 sen.
Harga jagung mengalami kenaikan sampai mencapai limit harian tertinggi karena invasi Rusia ke Ukraina membuat harga minyak mentah meningkat sehingga membuat harga etanol naik, semakin banyak jagung yang digiling untuk membuat etanol.
Harga jagung Mei di CBOT turun 34.5 sen ( 5%) menjadi $6.5575 per bushel.
Laporan ekspor mingguan USDA sebesar 1.04 MMT jagung dari persediaan lama ini jumlah tertinggi 3 minggu dan negara tujuan terbesar adalah Jepang. Total Ekspor jagung mingguan pada tahun marketing ini tertinggi sejak Mei tahun lalu sebesar 1.886 MMT, sehingg eksprot yang belum dikirim 24.22 MMT. Dari persediaan baru sebesar 117k MT, sehingga total 1.683 MMT, naik 37% dari periode sebelumnya.
Menurut EIA produksi etanol pada minggu lalu rata-rata 1.024 barel per hari naik 15,000 seminggu dan 366,000 pada tahun ini. Persediaan etanol 25,507 juta barel naik dari minggu lalu, tapi turun dari tahun lalu 27,772 juta barel.
Panen jagung Argentina sudah selesai 3.2% sampai 24 Februari menurut BAGE.
Cuaca di Amerika Selatan kering curah hujan sedikit di ladang jagung di sana, Penanaman jagung di Amerika Selatan mengalami biaya yang tinggi sehingga memberi pengaruh penanaman di Safrinha Brazil
Area penanaman jagung di Amerika Selatan pada minggu lalu kekeringan dan memerlukan hujan pada minggu yang akan datang, sehingga perkiraan hasil panen turun semakin mendekati kenyataan.
Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $6.53 dan berikut ke $6.48 sedangkan resistant pertama di $6.88 dan berikut ke $6.98.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



