(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah pada perdagangan pasar komoditas sesi Eropa hari Selasa (1/03/2022) masih stabil di atas $96 per barel di kisaran tertinggi 8 tahun setelah sesi sebelumnya ditutup melonjak 4% lebih. Harga minyak terkoreksi rencana AS untuk melepaskan cadangan minyak strategisnya pasca sanksi terhadap Rusia.
Investor sedang mempertimbangkan kemungkinan pelepasan cadangan minyak mentah strategis oleh AS dan sekutunya untuk melawan dampak sanksi yang melumpuhkan terhadap Rusia pada pasokan energi. AS dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengambil 30 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis,
Sehari sebelumnya harga minyak WTI sempat menguat sebanyak 8% karena negara-negara Barat memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dari salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia.
Perusahaan energi terbesar seperti BP dan Shell juga mengumumkan rencana untuk keluar dari operasi Rusia, sementara importir minyak Rusia menghadapi kesulitan pembayaran dan pengiriman. Sementara itu, OPEC+ akan bertemu pada hari Rabu untuk membahas kebijakan produksi, di mana OPEC diperkirakan akan tetap pada rencana peningkatan pasokan moderat meskipun gejolak pasar yang dibawa oleh invasi.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS yang merupakan harga acuan internasional menguat $1,64 atau 1,71% pada $ 97,34 per barel. Demikian juga harga minyak mentah menguat 1,91%, atau $1,87, menjadi $99,80 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak Brent dan juga minyak WTI diperkirakan naik lagi. Sehingga untuk minyak WTI dapat bergerak naik ke resisten kuatnya di 97.74 – 98.24, namun jika terjadi koreksi lanjutan akan meluncur ke kisaran support hariannya di 94.74 – 93.60 .
Jul Allens, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting



