(Vibiznews – Commodity) – Masuki perdagangan sesi Eropa hari Senin (14/3/2022) harga emas spot kembali melanjutkan pelemahan sesi akhir pekan lalu yang merupakan koreksi lanjutan dari posisi tertinggi sejak Agustus 2020. Demikian harga emas comex untuk kontrak berjangka bulan April terkoreksi di bawah kisaran US$1980.
Harga emas tergelincir lebih jauh di bawah $1.980 per troy ons karena para investor bersiap untuk rencana kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pekan ini yang juga mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun menembus kisaran 2%, tertinggi sejak Juli 2019. Kenaikan yield obligasi AS ini menekan pergerakan kuat emas spot dan juga berjangka.
Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan target suku bunga dana fed fund sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan dua hari pada hari Rabu ini (16/3/2022), yang memulai siklus pengetatan kebijakannya.
Investor juga mengawasi perkiraan baru untuk kenaikan suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi mengingat ketidakpastian tambahan dari perang Rusia-Ukraina. Selain itu, harapan untuk solusi diplomatik antara Rusia dan Ukraina menjelang dimulainya kembali pembicaraan damai pada hari ini membatasi permintaan safe-haven.
Emas mencapai rekor tertinggi awal pekan lalu di $2.070 karena investor melakukan aksi melindungi asetnya terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, sebelum membalikkan sebagian besar kenaikan karena kenaikan inflasi yang didorong komoditas mendorong bank sentral untuk mengisyaratkan kesediaan untuk memperketat kebijakan moneter lebih cepat.
Terpantau harga emas spot turun 8,81 poin atau 0,44% ke kisaran US$1972,10 per troy ons dan harga emas comex untuk kontrak bulan April 2022 turun 11,40 poin atau 0,57% ke kisaran US$1973,60 per troy ons.
Untuk pergerakan harga emas spot selanjutnya berpotensi bergerak turun ke arah support kuat di kisaran 1964.59 – 1960.45. Dan jika melaju kembali akan mendaki ke posisi 1989,66 , jika tembus naik ke posisi resisten kuat di 2004.90 – 2010.10.



