Harga Jagung di Akhir Minggu Naik, Ekspor Jagung Meningkat

853

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung kembali naik pada penutupan pasar hari Jumat karena meningkatnya permintaan akan jagung.

Pada minggu ini harga jagung melanjutkan kenaikannya setelah invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari maka diterapkan sangsi-sangsi terhadap Rusia pada hari Selasa minggu lalu tanggal 8 Maret, AS dan sebagian dari NATO menghentikan impor minyak mentah dan gas alam sehingga harga minyak mentah mencapai rekor harga tertinggi di $130 per barel, kenaikan harga minyak mentah maka membuat harga etanol naik dan semakin banyak jagung yang dipakai untuk membuat etanol akibatnya persediaan jagung turun, harga jagung meningkat.

Rusia dan Ukraina juga penghasil 19% jagung global, dengan terjadinya pertikaian di kedua negara maka para pembeli kembali membeli ke AS, karena produksi Amerika Selatan juga berkurang.

Harga jagung selama 2 minggu terakhir sejak invasi Rusia ke Ukraina tanggal 24 Februari sudah naik 12 %.

Harga jagung Mei di CBOT naik $6.6 (0.89%) menjadi $7.625 per bushel

Pada hari Jumat ada pembelian 128,900 MT jagung ke negara yang tidak diketahui untuk tahun marketing 2021/22

Laporan ekspor mingguan USDA sebesar 2.143 MMT dari persediaan lama dipesan sampai 3 Maret, diatas perkiraan tertinggi pada tahun marketing ini dan kenaikan 500% dari tahun lalu. Pembeli terbesar adalah pembeli yang tidak diketahui. Untuk pemesanan dari persediaan baru sebesar 22,860 MT pada minggu ini turun dari 222k dari minggu lalu walaupun pembelian forward masih 24% dari pembelian tahun lalu. Pengiriman ekspor dari USDA sebesar 1.763 MMT dikirim dengan 555 k MT ke Cina total akumulasi pengiriman mencapai 1.08 bbu, atau 43% dari perkiraan USDA.

Akumulasi penjualan pada tahun Marketing ini sampai 3 Maret sebesar 50.2 MMT atau 79% dari perkiraan USDA.

Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan dari WASDE untuk Jagung.

Perkiraan Persediaan Permintaan di AS, kenaikan penggunaan jagung untuk etanol naik 25 juta bushel menjadi 5.350 milyar bushel. Ekspor jagung AS naik 75 juta bushel menjadi 2.500 milyar bushel, karena penurunan ekspor dari Ukraina.

Harga jagung rata-rata pada bulan Maret ini diperkirakan naik 20 sen menjadi $5.65 perbushel.

Produksi jagung global naik dari India dan Rusia dikurangi dengan penurunan dari Argentina dan Afrika Selatan. Produksi jagung India naik baik hasil dan perluasan area. Argentina produksi jagung hasilnya berkurang dan Afrika Selatan juga turun hasil panennya.

Ekspor jagung jagung naik di AS dan India tetapi turun di Ukraina sedangkan impor turun di Mesir, Aljazair, Turki, Israel, India dan Bangladesh.

Persediaan jagung naik kenaikan persediaan dari Ukraina, India dan Rusia, tapi penurunan terjadi di Argentina, Afrika Selatan dan Bangladesh sehingga Persediaan akhir jagung global sebesar 301 juta ton turun dari 1.3 juta ton dari tahun lalu

CONAB Brazil memperkirakan hasil jagung Brazil 112.3 MMT konsisten dengan perkiraan sebelumnya masih dibawah perkiraan USDA. BAGE melaporkan bahwa panen jagung di Argentina dimulai minggu ini dengan hasil yang menunjukkan terjadi kekeringan. BAGE memperkirakan hasil panen 51 MMT setelah jagung ditanam terlambat.

CONAB Brazil memperkirakan hasil jagung Brazil 112.3 MMT konsisten dengan perkiraan sebelumnya masih dibawah perkiraan USDA. BAGE melaporkan bahwa panen jagung di Argentina dimulai minggu ini dengan hasil yang menunjukkan terjadi kekeringan. BAGE memperkirakan hasil panen 51 MMT setelah jagung ditanam terlambat.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama $7.29 dan berikut ke $6.91 sedangkan resistant pertama di $7,84 dan berikut ke $8.04.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting