IHSG Kamis Siang Terkoreksi Tipis ke Level 6.986; Profit Taking dari Rekor Intraday Baru

440
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (17/3) terpantau terkoreksi tipis 6,587 poin (0,09%) ke level 6.985,808 setelah dibuka naik ke level 7.017,021. IHSG sempat mencapai rekor intraday barunya lalu digerus profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dipimpin Hang Seng mengikuti Wall Street yang melompat setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga 0.25% yang pertama sejak Desember 2018.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,16% atau 23 poin ke level Rp 14.289, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah melemah di sesi global sebelumnya; bergerak tertahan di level 6 tahun tertinggi vs yen setelah kenaikan suku bunga the Fed 0.25% yang sudah diantisipasi pasar. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.312.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 24,629 poin (0,35%) ke level 7.017,021. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,450 poin (0,79%) ke level 1.017,057. Siang ini IHSG melemah 6,587 poin (0,09%) ke level 6.985,808. Sementara LQ45 terlihat turun 0,29% atau 2,892 poin ke level 1.010,715.

Siang ini empat dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor energy yang merosot 0,76%, diikuti sektor health yang turun 0,35%.

Tercatat sebanyak 279 saham naik, 222 saham turun dan 163 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 799.373 kali transaksi sebanyak 12,835 miliar lembar saham senilai Rp 8,100 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 3,46%, dan Hang Seng yang naik 5,79%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Indika Energy (INDY) -3,14%, Telkom (TLKM) -2,81%, Adaro Energy (ADRO) -2,48%, dan Indo Tambangraya (ITMG) -2,32%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi profit taking setelah cetak rekor intraday baru, sementara bursa kawasan Asia menguat dipimpin Hang Seng mengikuti Wall Street yang melompat setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunganya. Berikutnya IHSG kemungkinan masih ditahan profit taking karena di sekitar overbought area, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.031 dan 7.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.814, dan bila tembus ke level 6.758.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group