(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Selasa mixed dengan harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 1 ½ minggu, karena menguatnya real Brazil ke kurs tertinggi 8 ¾ bulan.
Harga kopi Arabika Mei di ICE New York naik 45 sen (0.20%) menjadi $225.05 dan harga kopi Robusta Mei di ICE London turun 0.23%.
Menguatnya real Brazil ke kurs tertinggi 8 ¾ bulan. Menguatnya real membuat harga kopi di Brazil lebih mahal bagi pembeli di luar Brazil sehingga dapat mengurangi ekspor.
Curah hujan di bawah normal di Brazil menaikkan harga kopi. Somar Meteorologia melaporkan hari Senin curah hujan di daerah perkebunan kopi Minas Gerai hanya 24.5 mm atau 47% dari rata-rata
Penurunan penyebaran virus covid di AS sehingga membuat pembatasan akan dilepaskan sehingga pertemuan – pertemuan bisa berlangsung lagi dan permintaan kopi akan naik kembali. Rata-rata 7 hari penambahan penderita covid di AS turun ke terendah 8 bulan pada hari Minggu menjadi sebesar 29,892
Harga kopi Arabika turun pada minggu lalu ke harga terendah 4 ¼ bulan karena invasi Rusia ke Ukraina diperkirakan akan menurunkan ekonomi global. Penurunan perekonomian membuat konsumen mengurangi pembelian kopi dan juga konsumen mengurangi kunjungan ke restoran dan kafe.
Harga kopi naik pada hari Senin setelah the International Coffee Organization (ICO) mengubah perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi defisit 3.13 juta kantong dari perkiraan sebelumnya surplus 1.2 juta kantong. The ICO menurunkan produksi kopi global menjadi 167.17 juta kantong dari168.88 juta kantong dan menaikkan perkiraan konsumsi global 2020/21 menjadi 170.30 juta kantong dari 167.68 juta kantong.
Persediaan kopi berkurang membuat harga kopi naik ke harga tertinggi 10 ¼ tahun pada 10 Februari karena Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan ICE turun ke jumlah terendah 22 tahun di 980,562 kantong pada 24 Februari demikian juga persediaan kopi Robusta dalam pengawasan ICE juga turun ke jumlah terendah 3 ¼ tahun sebesar 8,818 lot pada 22 Februari.
The Colombia National Federation of Coffee Growers melaporkan pada 3 Maret bahwa bahwa produksi kopi Colombia pada bulan Februari turun 16% dari tahun lalu menjadi 928,000 kantong dan ekspor kopi Februari turun 23% dari tahun lalu menjadi 980 juta kantong
The Green Coffee Association melaporkan pada 15 Februari persediaan kopi hijau di AS turun 0.6% dari bulan lalu dan turun 0.8% dari bulan lalu 5,795,841 kantong.
Data dari Cecafe 11 Maret Ekspor kopi hijau Brazil bulan Februari turun 13.6% dari tahun lalu menjadi 3.44 juta kantong.
The ICO juga melaporkan pada 1 Maret ekspor kopi global 2021/22 dari 1 Oktober – Januari turun 1.5% dari tahun lalu menjadi 41.8 juta kantong.
Harga kopi Robusta turun karena pengiriman ekspor Vietnam meningkat pada 7 Maret Vietnam General Statistics Office melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam Januari Februari naik 3.4% menjadi 305,000 MT.
Harga kopi Robusta naik karena persediaan kopi Robusta Vietnam berkurang.. Laporan dari Vietnam General Statistics Office pada 10 Februari total ekspor kopi Robusta Vietnam di 2021 turun 0.2% dari tahun lalu menjadi 1.61MMT karena mahalnya biaya pengiriman dan berkurangnya ketersediaan container pengiriman sehingga ekspor kopi berkurang.
Harga kopi Arabika naik dari perkiraan bahwa persediaan global akan turun karena cuaca yang tidak mendukung dan gangguan rantai pasokan. Cuaca kering pada saat ini dan terjadinya salju telah mengganggu tanaman kopi pada tahun 2021 dan mengganggu potensi pertumbuhan hasil panen pada dua tahun ke depan. Pada 16 Desember 2021 ketika Conab Brazil’s melaporkan bahwa produksi kopi Arabika turun 36 % dari tahun lalu menjadi 31.4 juta dari 48.8 juta kantong di 2020.
Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $219 dan berikut ke $207 sedangkan resistant pertama di $ 228 dan berikut ke $236.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



