(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan berhasil naik ke level tertinggi dua bulan pada perdagangan hari Senin (4/4/2022) karena penurunan harga minyak mentah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi global meskipun ada kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga Federal reserve dan juga konflik di Ukraina.
Tanda pemulihan ekonomi datang dari harapan untuk paket stimulus ekonomi yang digelontorkan China. Kospi awal sesi sempat melemah karena investor mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik yang masih ada di sekitar Ukraina. Dimana Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia di tengah laporan pembantaian sipil di sebuah kota Ukraina dekat Kyiv.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup naik 18,05 poin atau 0,66 persen menjadi 2.757,90, tertinggi sejak 10 Februari. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka menguat 1,75 poin atau 0,48% ke posisi 364.94, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 365.08 dan sempat turun ke posisi terendah di 360.69.
Secara sektoral, saham teknologi, bahan kimia, dan baja berakhir lebih tinggi dan memimpin kenaikan. Saham kapital besar Samsung Electronics naik 0,29 persen, saham pembuat chip No. 2 SK hynix naik 0,86 persen, saham LG Energy Solution melonjak 2,45 persen, saham LG Chem naik 0,57 persen, saham produsen baja terkemuka POSCO Holdings melonjak 2,08 persen dan saham SK Innovation naik 0,93 persen menjadi 217.000 won.
Saham maskapai penerbangan juga berakhir positif, karena pembatasan antivirus yang dilonggarkan diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk perjalanan, seperti saham Korean Air Lines Co. melonjak 2,4 persen dan maskapai murah terkemuka Jeju Air Co. melonjak 6,46 persen.
Saham Ssangbangwool, pembuat pakaian dalam terkemuka di negara itu, melonjak 29,7 persen di tengah berita bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli SsangYong Motor Co., setelah tawaran akuisisi oleh Edison Motors Co. gagal minggu lalu.



