Pasar Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Indeks Nikkei 225 Anjlok, Bursa China Libur

519

(Vibiznews – Index) – Saham di Asia-Pasifik berjuang untuk mendapatkan arah pada hari Senin, karena investor terus memantau kurva imbal hasil Treasury AS.

Nikkei 225 di Jepang tergelincir fraksional karena saham Tokyo Electron turun sekitar 2%. Indeks Topix naik sekitar 0,1 persen.

Kospi Korea Selatan turun 0,49%. Di tempat lain di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,43 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,08% lebih rendah.

Pasar di China daratan tutup pada hari Senin dan Selasa minggu ini untuk hari libur.

Bagian yang diawasi ketat dari imbal hasil Treasury AS terbalik pada hari Jumat karena suku bunga jangka pendek melonjak setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat, meningkatkan kekhawatiran atas potensi resesi di global.

Benchmark hasil Treasury 10-tahun terakhir berada di 2,3895%, sedangkan tingkat pada catatan Treasury 2-tahun berada di 2,4625%. Hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga, dengan 1 basis poin sama dengan 0,01 persen.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 98,627, dibandingkan dengan level di bawah 98 yang terlihat pada akhir Maret.

Yen Jepang diperdagangkan pada 122,52 per dolar, lebih kuat dari level di atas 124 yang terlihat terhadap greenback minggu lalu. Dolar Australia berada di $0,7485, setelah diperdagangkan dalam kisaran antara $0,747 dan $0,753 untuk sebagian besar minggu lalu.

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,88% menjadi $103,47 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 0,93% menjadi $98,35 per barel.

Selasti Panjaitan/Vibiznews