Harga Emas Secara Mingguan Naik; Tarik Menarik Sentimen Dicermati

656
gold

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat mengabaikan ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang agresif dan kekhawatiran atas inflasi yang tinggi.

Harga emas spot berakhir naik 0,78% menjadi $1,946,44 per ons dan naik 1,18% untuk minggu ini.

Harga emas berjangka AS berakhir naik 0,4% menjadi $1,945,6. Untuk minggu ini naik 1,14%.

Harga emas di satu sisi terdukung risiko geopolitik yang dihasilkan oleh konflik di Ukraina dan kenaikan inflasi yang menawarkan dukungan untuk logam mulia, namun di sisi lain sikap Federal Reserve yang semakin hawkish memberikan sentimen bearish.

Sebelumnya pada hari itu, indeks dolar mencapai level tertinggi sejak Mei 2020, didukung oleh risalah pertemuan kebijakan Fed Maret yang menunjukkan “banyak” pembuat kebijakan siap untuk menaikkan suku dalam kenaikan setengah poin dalam pertemuan mendatang untuk mengekang inflasi.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun menyentuh level tertinggi tiga tahun. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS dan imbal hasil Treasury, yang meningkatkan biaya peluang untuk menahan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Kekuatan inflasi yang berlawanan dan kenaikan suku bunga kemungkinan akan menjadi pengaruh terkuat pada emas di kuartal kedua,” kata Dewan Emas Dunia dalam sebuah laporan. “Pemulihan ekonomi pasca-COVID dan gangguan sisi pasokan, yang telah diperburuk oleh perang Rusia-Ukraina, kemungkinan akan membuat inflasi lebih tinggi lebih lama.”

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga emas akan menghadapi sentimen bearish ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan penguatan dolar AS, namun juga menghadapi sentimen pendukung seperti konflik Rusia-Ukraina ditambah dengan sanksi yang diberikan terhadap Rusia. Sentimen yang lebih kuat terjadi, maka akan mempengaruhi harga emas.