Harga Jagung Naik Karena Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

1248
jagung

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung pada seminggu ini mengalami kenaikan 23 sen, karena kenaikan harga minyak mentah, kenaikan harga pupuk, belum berakhirnya pemogokan dari supir truk pengangkut komoditas ke pelabuhan. Harga jagung diperkirakan masih akan naik pada minggu depan setelah libur panjang Paskah, sejak hari Jumat.

Perkiraan harga jagung minggu depan :

Harga jagung masih bisa naik karena invasi Rusia atas Ukraina menyebabkan harga bahan bakar meningkat, harga pupuk meningkat. Dengan meningkatnya harga bahan bakar maka harga etanol akan naik sehingga permintaan jagung untuk dijadikan etanol meningkat.

Cuaca di Brazil yang kering tidak cocok untuk menanam dimana seharusnya penanaman sudah dilakukan beberapa minggu lalu cuaca kering membuat penundaan penanaman, namun pada 14 April lalu masih bisa dilakukan penanaman dan hasilnya normal, karena ada beberapa daerah yang masih kering namun di daerah lain masih lembab.

Harga jagung Juli pada penutupan pasar hari Kamis di CBOT naik 5.75 sen (0.74%) menjadi $7.8336 per bushel. Harga jagung pada seminggu ini naik 23 sen (3.02%)

Harga jagung naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah Laporan ekspor mingguan sampai 7 April sebesar 1.333 MMT dari persediaan lama masih dalam range perkiraan dan tertinggi dalam 4 minggu. Pembeli terbesar Cina dari persediaan baru 408k MT. Total ekspor yang belum dikirim 2.97 MMT sampai 7 April. Total ekspor dari persediaan lama yang belum dikirim 55.77 MMT atau 85.7% dari perkiraan USDA. Ekspor yang sudah dikirim 1.39 bbu (56%) dan 803 mbu (32%) masih belum dikirim.

The EIA melaporkan poduksi etanol dikurangi sehingga menjadi 8k barel per hari pada minggu sampai 8 April. Sehingga rata-rata produksi perhari 995k barel, masih mendekati produksi 1 juta pada minggu 25 Februari. Persediaan etanol turun 1.1 m barel menjadi 24.8 juta.

Truk-truk pengangkutan masih mogok pada hari Kamis setelah meeting 3 hari tidak mencapai kesepakatan. Para pengemudi truk melakukan protes karena mahalnya harga solar. Eksportir swasta memperkirakan persediaan biji-bijian di pelabuhan hanya 5-6 hari.

The Buenos Aires Grain Exchange memperkirakan hasil panen jagung tidak berubah, dan panen yang sudah selesai 19%

USDA Ag Attache memperkirakan hasil jagung Brazil sebesar 118 MMT untuk 2022/233. Perkiraan Maret dari persediaan lama 115 MMT dan 3 MMT dari persediaan baru.

Analisa tehnikal untuk jagung support pertama di $7.68 kemudian ke $7.49 sedangkan resistant pertama di $7.89 dan berikut ke $7.98.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting