Harga Minyak Sawit Malaysia Di Akhir Bulan Mencapai Kenaikan Harga Tertinggi

821

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit di Bursa Malaysia di akhir minggu naik sebelum libur Idul Fitri selama seminggu. Mengakhiri bulan April harga minyak sawit naik dengan kenaikan tertinggi bulanan selama 13 tahun, karena larangan ekspor Indonesia membuat persediaan minyak nabati global berkurang.

Bursa Malaysia akan libur panjang sampai 5 Mei dalam rangka Hari Idul Fitri.

Harga minyak sawit Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 191 ringgit atau 2.76% menjadi 7,105 ringgit ($1,632.58) per ton.

Kenaikan bulanan tertinggi 24.5%, rekor tertinggi sejak April 2009. Untuk kenaikan harga minggu ini merupakan kenaikan tertinggi pada tahun ini 11.5%, karena persediaan minyak nabati global  berkurang.

Indonesia membuat kebijakan untuk mengatur persediaan minyak goreng dipasar domestik sehingga melarang ekspor CPO , Refined oil, minyak goreng sampai persediaan melimpah di Indonesia.

Harga CPO di Indonesia turun di pasar domestik karena persediaan di pasar domestik tidak mampu menyerap dengan cepat sehingga diperlukan gudang-gudang untuk menyimpan CPO.

Perbedaan harga antara minyak sawit di Indonesia dan Malaysia akan bertambah lebar. Penundaan pengiriman 290.000 ton minyak nabati yang akan dikirim ke India setelah larangan ekspor Indonesia.

Dengan adanya larangan ekspor minyak sawit Indonesia maka Malaysia akan mengambil alih permintaan akan minyak sawit di pasar global, namun Malaysia tidak sanggup menggantikannya. Apabila Malaysia sudah meningkatkan produksinya maka kebutuhan pasar global bisa terpenuhi, namun Malaysia tidak dapat meningkatkan produksi dalam waktu singkat.

Di Malaysia produksi masih bermasalah karena kekurangan pekerja sekalipun produksi sudah mulai meningkat. The Malaysian Palm Oil Board melaporkan dari Januari sampai Maret 2022 Malaysia memproduksi minyak sawit sebesar 3.80 juta ton, naik 3.9% dari 3.55 juta ton pada tahun lalu di periode yang sama.

Sebelum dilarang Ekspor minyak sawit Indonesia sebesar 56% dari ekspor minyak sawit dunia, sedangkan Malaysia hanya 30.5%.

Kekurangan persediaan minyak bunga matahari mempengaruhi industri makanan secara global karena beberapa resep makanan yang mengandung minyak bunga matahari tidak dapat digantikan dengan minyak nabati lain menurut Unilever

Harga CPO di pasar fisik kontrak Mei naik 200 ringgit menjadi 7,750 ringgit

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian naik 1.3% sedangkan harga minyak sawit naik 3.8%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0.7% setelah mencapai rekor harga tertinggi pada malam hari.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 6,800 ringgit dan berikut ke 6,180 ringgit sedangkan resistant pertama di 7,130 ringgit dan berikur ke 7,320 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting