(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit kembali turun pada hari Jumat penurunan ke dua setelah bursa di buka pada akhir minggu dan harga minyak sawit mingguan turun tertajam dalam 7 minggu, setelah laporan persediaan akhir di bulan April naik
Harga minyak sawit Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 346 ringgit atau 5.12% menjadi 6,406 ringgit ($1,466.58) per ton penurunan minggu ke 2 berturut-turut.
Harga minyak sawit mingguan turun 9.8% selama minggu ini dimana bursa dibuka pada dua hari di akhir minggu, penurunan terbesar sejak Maret 2018.
Harga minyak sawit turun karena perkiraan data-data berikut ini
- Persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir April naik ke jumlah tertinggi sejak Januari naik 5.2% dari bulan sebelumnya menjadi 1.55 juta ton menurut Reuter.
- Produksi minyak sawit diperkirakan naik 4.9% jumlah tertinggi dalam 5 bulan menjadi 1.48 juta ton
- Ekspor turun 5.6% menjadi 1.2 juta ton.
Pasar menantikan Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari The Malaysian Palm Oil Board yang akan dilaporkan pada tanggal 10 Mei.
Pengiriman minyak sawit dari Malaysia pada bulan Mei diperkirakan akan meningkat setelah Indonesia melarang ekspor minyak sawit, hasil survey dari ITS memperkirakan akan ada kenaikan ekspor sampai 67% pada 1 –5 Mei.
Para pedagang memperkirakan kemungkinan Indonesia akan melepaskan larangan ekspornya pada beberapa minggu ke depan, sehingga harga minyak sawit bisa turun lagi.
Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar ke dunia, merencanakan untuk memanfaatkan kekurangan persediaan minyak nabati global dan ketegangan politik di Eropa untuk mengambil pangsa pasar yang hilang karena pembeli menghindari untuk membeli minyak sawit karena masalah lingkungan.
Ekspor Indonesia akan turun 1.3 juta sampai 1.5juta ton, dan akan meningkatkan persediaan akhir di bulan Mei.
Harga minyak kedelai di bursa Dalian turun 1.6% sementara harga minyak sawit turun 3.3%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 1.9%.
Volume transaksi pada hari Jumat meningkat menjadi 90,733 lot dari hari Kamis sebesar 53,218 lot sedangkan posisi terbuka menjadi 209,809 dari 255,871 jumlah tertinggi di bulan Januari.
Harga CPO Mei di pasar fisik turun 380 ringgit menjadi 7.170 ringgit per ton
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 6,350 ringgit dan berikut ke 6,180 ringgit sedangkan resistant pertama di 7,130 ringgit dan berikut ke 7,320 ringgit.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



