(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah WTI terpantau bergerak rally untuk 5 sesi berturut di pasar komoditas sesi Eropa hari Selasa (17/5/2022) dan melompat naik ke posisi tertinggi sejak 8 Maret. Demikian untuk harga minyak mentah jenis Brent rally untuk 3 sesi berturut.
Kekuatan harga minyak mentah ditopang oleh perkembangan di sekitar usulan larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia, sebuah langkah yang akan memperketat pasokan global lebih lanjut. Dimana pada hari Senin, para menteri luar negeri UE gagal menekan Hongaria untuk mencabut vetonya atas embargo minyak yang diusulkan terhadap Rusia, dengan Lithuania mengatakan blok itu disandera oleh satu negara anggota.
Harga minyak patokan AS atau minyak WTI telah meningkat pada kecepatan yang lebih cepat daripada minyak Brent di sesi terakhir, karena harga bensin AS melonjak ke rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan ditambah dengan kapasitas penyulingan yang tertahan.
Produsen AS meningkatkan produksi untuk mengisi kembali persediaan yang telah berkurang setelah perang Rusia di Ukraina. Sementara itu, data terbaru menunjukkan permintaan yang lebih rendah dari ekonomi terbesar kedua di dunia karena China memproses minyak mentah 11% lebih sedikit pada April dibandingkan tahun lalu karena penguncian Covid.
Harga minyak mentah WTI untuk kontrak berjangka bulan Juni 2022 menguat 0,53% ke posisi US$114.80 per barel setelah dibuka pada posisi US$113.87, sedangkan untuk minyak acuan dunia atau jenis Brent menguat 0,64% ke posisi US$114.95 per barel. Untuk pergerakan selanjutnya hingga penutupan sesi Amerika diperkirakan akan terus menguat.



