Harga Kakao Turun Ke Harga Terendah 1 1/2 Minggu

581
kakao

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun untuk hari ke dua dengan harga kakao di New York turun ke harga terendah 1 ½ minggu dan harga kakao di London turun ke harga terendah 1 minggu. Persediaan kakao meningkat di ICE pada hari Rabu ke jumlah tertinggi 8 ½ bulan menjadi 5.493 juta kantong. 

Harga kakao Juli di ICE New York turun $17 (0.69%) menjadi $2,458 per ton dan harga kakao Juli di ICE London turun 0.17%. 

Hasil panen diperkirakan akan melimpah pada tahun ini di Afrika Barat. Petani kakao di  Ivory Coast dan Ghana, dua negara penghasil kakao terbesar di dunia mengatakan cuaca sangat menguntungkan sehingga dapat meningkatkan hasil panen kakao. 

Harga kakao pada hari Kamis lalu naik ke harga tertinggi 1 bulan karena kekhawatiran akan kualitas kakao. Menurut Laporan ICCO pada hari Rabu bahwa cuaca dan hama tidak mempengaruhi produksi pada tahun ini, tetapi yang mempengaruhi biaya pengangkutan dan harga pupuk. The ICCO mengatakan kekurangan pupuk membuat kuantitas dan kualitas dan ukuran dari biji kakao berkurang pada tahun depan. 

Turunnya persediaan dari Ivory Cost  juga membuat harga kakao naik, laporan dari pemerintah di Ivory Coast pada hari Selasa petani kakao di Ivory Coast mengirimkan  kakao ke pelabuhan secara kumulatif 2.18 MMT kakao dari 1 Oktober – 5 Juni turun 1.8% dari tahun lalu 

Pada akhir bulan  harga kakao turun ke harga terendah 6 ¼ bulan di New York dan harga terendah 1 bulan di London, penurunan harga kakao karena turunnya permintaan coklat akibat  mahalnya harga coklat menurut IRI penjualan coklat di AS selama 13 minggu sampai 15 Mei turun 6.3% dari tahun lalu sedangkan harga coklat naik 11% dari tahun lalu. 

Turunnya persediaan di Nigeria, negara produsen kakao terbesar ke empat di dunia membuat harga kakao naik setelah  pada Kamis lalu  Nigeria mengumumkan ekspor bulan April  turun  61% dari tahun lalu menjadi 12,497 MT. 

Produksi dari Cameroon, produsen kakao ke lima terbesar di dunia perkiraan produksi di 2021/22 naik 20% dari tahun lalu menjadi 350,400 MT menurut the Cocoa Development Corp pada 13 April. 

Pada 22 April harga kakao turun karena kekhawatiran permintaan  turun. Harga kakao tertekan karena permintaan kakao yang digiling dari Amerika Utara pada kuartal 1 turun 2.8% dari tahun lalu menjadi 114,694 MT menurut the North American Confectioners Association. The Cocoa Association of Asia melaporkan permintaan kakao yang digiling pada kuartal 1 turun 0.25% dari tahun lalu menjadi 213,313 MT. 

Namun faktor yang menaikkan harga kakao  permintaan kakao naik setelah the European Cocoa Association melaporkan pada 14 April bahwa permintaan kakao yang diproses pada kuartal 1 naik 4.4% dari tahun lalu menjadi 373,498 ton tertinggi dalam 10 tahun 

Harga kakao naik karena tanda-tanda menguatnya permintaan  kakao  global. Menurut Gepex, group eksportir dari 6 negara eksportir terbesar di dunia, pada    11 Mei bahwa kakao yang diproses sebesar 49,148 MT di bulan April naik 16.3% dari tahun lalu. 

Pada 28 Februari The International Cocoa Organization (ICCO) memperkirakan produksi kakao global 2021/22 turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.955 MMT dari rekor tahun 2020/21 di 5.226 MMT. ICCO juga memperkirakan pasar kakao global menjadi defisit – 181,000 MT dari surplus 215,000 di 2020/21. 

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,450  dan berikut di $2,390 sedangkan resistant pertama di $2,500 dan berikut di $2,570. 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting