Harga Gula Naik dari Harga Terendah 3 1/2 Minggu Karena Naiknya Harga Bensin

435
gula

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula naik pada penutupan pasar hari Kamis, harga gula di New York naik dari harga terendah 3 ½ minggu karena kenaikan harga bensin.
 

Harga gula Juli di ICE New York naik 31 sen (1.63%) menjadi $19.29 dan harga gula Agustus di ICE London naik 2.70%. 

Harga gula naik karena naiknya harga bensin pada hari Kamis ke rekor harga tertinggi pada hari Senin. Naiknya harga minyak mentah dan harga bensin membuat harga etanol naik, dengan kenaikan harga etanol maka pabrik penggilingan tebu lebih banyak membuat etanol dibanding gula sehingga persediaan gula berkurang. 

Harga gula di New York pada hari Kamis awalnya melanjutkan penurunan pada hari Rabu turun ke harga terendah 3 ½ minggu karena Presiden Brazil menghapuskan pajak atas bensin dan etanol sampai akhir tahun, sehingga harga etanol turun dan pabrik penggilingan tebu mengurangi produksi etanol sehingga persediaan gula meningkat. 

Harga gula pada hari Senin naik ke harga tertinggi 5 ½ minggu karena kenaikan harga bensin pada hari Senin ke rekor harga tertinggi baru ditambah dengan Laporan Unica pada 25 Mei   bahwa Produksi Brazil di 2022/23 sampai 15 Mei  turun – 39.8 % dari tahun lalu menjadi  2.737 MMT. 

Kenaikan produksi gula di India membuat harga gula turun setelah The Indian Sugar Mills Association (ISMA) melaporkan bahwa produksi India 2021/22 dari 1 Oktober sampai 15 Mei naik 14.4% dari tahun lalu menjadi 34.88 MMT. 

Faktor negatif yang menurunkan harga gula karena hasil panen India dan Thailand diperkirakan meningkat sehingga menghapus penurunan panen gula Brazil . Menurut the Indian Sugar Mills Association (ISMA) pada 15 April   bahwa  perkiraan produksi gula India di 2021/22  dinaikkan menjadi 35 MMT dari 33.3 MMT naik 12.2% dari tahun lalu. Ekspor gula India akan naik mencapai rekor 9  MMT. 

The Thailand Office of the Cane & Sugar Board melaporkan pada   22 Maret bahwa  produksi  gula Thailand di 2021/22 dari 7 Des – 19 Maret  sebesar 9.6 MMT dan total hasil panen Thailand di 2021/22 dari 7 Desember – 31 Maret akan mencapai 10 MMT jumlah tertinggi 3 tahun. The Thailand Office of the Cane & Sugar Board memperkirakan ekspor Thailand 7 MMT di tahun 2021/22. 

Harga gula  sudah mengalami tekanan  karena persediaan gula global meningkat menurut Green Pool Commodity Specialist pada  29 April    perkiraan pasar global 2022/23  menjadi surplus +1.41 MMT dari perkiraan Januari defisit –742,000 MT 

Harga gula turun pada   27 April  karena perkiraan produksi gula  dari CONAB bahwa pada tahun 2022/23 perkiraan produksi akan naik 15% dari  tahun lalu menjadi 40.3 MMT karena hasil panen meningkat kembali setelah tanaman kembali bertumbuh dengan baik setelah cuaca berlawanan dari musim lalu. 

Pada  22 April  the USDA FAS melaporkan bahwa perkiraan produksi gula Brazil di tahun 2022/23 naik 2.9% dari tahun lalu menjadi 36.37 MMT dan ekspor gula Brazil di 2022/23 naik 3.7% dari tahun lalu menjadi 26.6 MMT. 

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $19.00 kemudian ke $ 18.30  sedangkan resistant pertama di $19.60 dan berikut ke $ 20.00.  

 Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting