(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai turun pada penutupan pasar hari Selasa setelah Laporan Pengiriman Ekspor Mingguan dan Laporan Progress Pertumbuhan Tanaman . Penurunan terjadi karena progress penanaman kedelai lebih cepat dari rata-rata, pengiriman ekspor minggu ini turun dari minggu lalu namun pengiriman ekspor minggu ini masih dua kali lipat dari minggu lalu.
Harga minyak kedelai turun karena mengikuti turunnya harga minyak sawit yang selama dua minggu ini turun 21% ke harga terendah 4 bulan karena Indonesia membuka kembali ekspor minyak sawit.
Harga kedelai Juli di CBOT turun 21 sen (1.23%) menjadi $16.81 per bushel, harga soymeal Juli turun $6.80 (1.55%) menjadi $431.3 per ton dan harga minyak kedelai turun 42 sen (0.57%) menjadi $73.37.
Harga kedelai pada penutupan pasar Selasa turun setelah Laporan Pengiriman Ekspor Mingguan sebesar 427,344 MT pengiriman ekspor sampai 16 Juni turun 608k MT dari minggu lalu tetapi dua kali lipat dari tahun lalu pada minggu yang sama.
Laporan Progress Pertumbuhan Tanaman dari NASS tanaman kedelai yang sudah ditanam sebesar 94% sampai 19 Juni. Naik dari 88% dari minggu lalu, lebih cepat 1% dari rata-rata.
Cuaca di AS di ladang kedelai masih panas dan kering yang masih mempengaruhi naiknya harga kedelai, namun harga kedelai masih turun karena berkurangnya pembelian Cina selama lockdown Covid 19.
Cina mengurangi pembelian kedelai di AS dan sudah membuat perjanian dengan Amerika Selatan untuk membeli kedelai pada tahun depan. Pembelian ke AS selama ini terjadi karena lambatnya progress penanaman di Amerika Selatan.
Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $16.80 dan berikut ke $16.74 sedangkan resistant pertama di $17.29 dan berikut ke $17.49.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



