(Vibiznews-Index) – Indeks Hang Seng perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 266 poin atau 1,22% ke level 21.586,66. Namun untuk indeks saham Cina Enterprise (HSCE) dengan 60 saham unggulan anjlok 1,26% menjadi 7.545,92.
Indeks harian Hang Seng anjlok ke posisi terendah 2 pekan dengan saham energi dan keuangan paling banyak tertekan.
Hang Seng tertekan ditengah kekhawatiran resesi di negara-negara ekonomi terkemuka dunia, sementara suasana suram diperburuk oleh berita meningkatnya kasus baru Covid di China.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup menguat dengan Nasdaq dan S&P500 mendaki ke posisi tertinggi sepekan lebih. Dow Jones rebound merespon risalah pertemuan the Fed.
Lihat: Wall Street Cetak Gain Setelah Risalah Pertemuan The Fed
Harga minyak mentah WTI berfluktuasi sebelum ditutup turun 0,97% setelah sebelumnya merosot 8,2% di tengah prospek permintaan yang lebih lemah dan kesengsaraan resesi. China diberitakan adanya peningkatan kasus covid yang meningkatkan kekhawatiran lockdown.
Lihat: Rekomendasi Minyak 7 Juli 2022: Masih Tertekan di Sekitar $94.00
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, indeks Hang Seng berjangka akan menguat. Dan awal sesi dapat turun ke posisi 21324, jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika kemudian bergerak sebaliknya akan naik ke posisi 21670 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 22340 | 22066 | 21786 | 21512 | 21232 | 20958 | 26678 |
| Buy Avg | 21750 | Sell Avg | 21280 |



