(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) perdagangan sebelumnya ditutup turun 49,77 poin atau 2,13 persen menjadi 2.292,01, di bawah angka 2.300 untuk pertama kalinya sejak 30 Oktober 2020.
Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka ditutup menguat 6,75 poin atau 2,18% ke posisi 302.28, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 307.90 dan sempat turun ke posisi terendah di 302.03.
Indeks Kospi anjlok ke posisi terendah dalam 20 bulan dengan mata uang Won juga anjlok ke terendah 13 tahun.
Sentimen untuk Kospi ambruk karena data suram dari Eropa dan penurunan tajam harga minyak memperkuat kekhawatiran atas resesi ekonomi global. Selain itu penurunan tajam won terhadap dolar dapat berdampak negatif pada arus masuk dana asing.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street ditutup menguat dengan Nasdaq dan S&P500 mendaki ke posisi tertinggi sepekan lebih. Dow Jones rebound merespon risalah pertemuan the Fed.
Lihat: Wall Street Cetak Gain Setelah Risalah Pertemuan The Fed
Harga minyak mentah WTI berfluktuasi sebelum ditutup turun 0,97% setelah sebelumnya merosot 8,2% di tengah prospek permintaan yang lebih lemah dan kesengsaraan resesi. China diberitakan adanya peningkatan kasus covid yang meningkatkan kekhawatiran lockdown.
Lihat: Rekomendasi Minyak 7 Juli 2022: Masih Tertekan di Sekitar $94.00
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 menguat, awal sesi dapat turun ke posisi 300.80 dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3. Namun jika bergerak sebaliknya naik menuju posisi 306.00 dan jika tembus akan lanjut ke R1 hingga R3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 311.94 | 309.92 | 306.10 | 304.08 | 300.26 | 298.24 | 294.42 |
| Buy Avg | 307.25 | Sell Avg | 300.40 |



