(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak WTI AS dan juga jenis Brent di pasar komoditas Eropa periode 18 Juli 2022 menguat kembali setelah awal sesi sempat bergerak lemah.
Secara teknikal pergerakan kedua benchmark harga minyak tersebut sudah menembus posisi resisten kuat harian dan menjauhi posisi terendah 3 bulan sebelumnya.
Kekuatan harga minyak disupport oleh ramainya kembali perdagangan aset risiko serta ketatnya pasokan global di beberapa tempat.
Para menteri Saudi bersikeras bahwa keputusan kebijakan akan didasarkan pada dinamika pasar dan menurut pertemuan OPEC+ pada 3 Agustus, meskipun Presiden AS Biden berjanji untuk meningkatkan pasokan minyak.
Di tempat lain, Libya mengatakan semua ladang minyak dan pelabuhan dimulai kembali dan output listrik akan meningkat setelah berbulan-bulan padam.
Lihat: Rekomendasi Minyak Mingguan 18 – 22 Juli 2022: Masih Di Bawah Tekanan Turun?
Di sisi permintaan, penjualan bensin dan solar di konsumen energi terbesar ketiga di India itu turun pada semester pertama Juli karena hujan musiman.
Harga minyak mentah WTI untuk kontrak berjangka bulan Agustus 2022 melonjak 1,50% ke posisi US$99.35 per barel setelah dibuka pada posisi US$97.27.
Sedangkan untuk minyak acuan dunia atau jenis Brent turun 1,81% ke posisi US$103.00 per barel.
Harga minyak patokan AS atau WTI telah turun hampir 7% minggu lalu dan telah menurun sejak pertengahan Juni karena meningkatnya kekhawatiran resesi.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak untuk kedua benchmark diperkirakan dapat terkoreksi dari penutupan sebelumnya.
Investor juga tetap waspada tentang penguncian covid-19 yang lebih luas di China dan proposal barat untuk pembatasan harga minyak Rusia.
Secara teknikal minyak WTI akan menemui kisaran support kuat di $95.50 apabila harga terkoreksi kembali ke pivot harian di $97.02.
Namun jika melaju terus ke posisi 100.00 akan mendapatkan posisi resisten lemah harian di $101.44.
Untuk minyak Brent pergerakan selanjutnya dapat menjumpai kisaran resisten selanjutnya di 104.40 – 106.13.



